Umat Muslim Harus Jadi Polopor Penangkal Berita Hoak

pengajian dan sosialisasi UU ITE dalam antisipasi penyalahgunaan teknologi informasi di Masjid Al Firdaus.

BANTUL, KRJOGJA.com - Umat Islam harus mampu bijak dan cerdas dalam menyikapi berbagai informasi yang ada. Hal itu diperlukan agar dampak adanya berita-berita hoak dapat diminimalisir. Berita hoak tak akan membawa kebaikan, justru hanya akan memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa ini.

"IT saat ini sudah menjadi live style masyarakat. Sementara kita tahu berita-berita hoak di IT sangat besar. Karena itu kekuatan elemen umat Islam harus bersatu untuk meng-cut berita hoak tadi," kata Ketua Takmir Masjid Al-Firdaus Sewon Bantul, HM Faisol dalam acara pengajian dan sosialisasi UU ITE dalam antisipasi penyalahgunaan teknologi informasi di masjid setempat, Sabtu (12/05/2018).

Ditegaskannya seluruh elemen dan kekuatan umat Islam harus dapat bersatu untuk menangkal berita hoak yang banyak muncul saat ini khususnya di media sosial. Masyarakat khususnya penggerak masjid harus mampu menjadi pelopor dalam menangkal berita hoak tersebut.

"Banyak sekali dampak yang dirasakan dari adanya berita hoak, seperti menjerumuskan dan meresakhkan masyarakat. Apalagi yang berbahaya jika pengajian berkiblat ke IT. Tidak ke masjid atau pondok pesantren. Ini yang melahirkan aliran garis keras," tegasnya.

Selain bertujuan menyatukan kekuatan elemen dan sayap-sayap umat Islam, pengajian dengan pembicara Ust HM Sholihuddin Al-Hafidz ini juga digelar untuk menepis suara miring bahwa Masjid Al-Firdaus berafiliasi dengan kelompok tertentu. Hadir pula sebagai narasumber Ipda Supriyadi dari Polres Bantul.

"Itu tidak benar, Masjid Al-Firdaus tidak beafiliasi dengan kelompok manapun. Kita Inklusif, baik NU maupun Muhammadiyah dan Shalafi boleh. Kecuali pengajian yang punya afiliasi tertentu yang negatif, maka akan kami stop," katanya. (Van)

Tulis Komentar Anda