Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 13 Mei 2018 / 22:13 WIB

Imbas Bom Surabaya, Bos BEI Imbau Pelaku Pasar Tak Berlebihan

JAKARTA, KRJOGJA.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam kepada para korban serta keluarga atas serangan teror bom yang terjadi di tiga lokasi Gereja di Surabaya pada hari Minggu (13/5/2018). 

BEI bersama KPEI dan KSEI menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian teror akhir-akhir ini termasuk serangan teror yang terjadi di 3 lokasi Gereja di Surabaya pada hari Minggu (13/5/2018) yang menelan korban jiwa dan korban luka-luka. 

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini”, tegas Direktur Utama BEI, Tito Sulistio dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Tito menghimbau kepada seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal. Dia juga meminta agar investor dan seluruh pelaku pasar modal tidak bereaksi berlebihan serta tetap optimis terhadap stabilitas keamanan nasional.

"Pengalaman pada teror bom Thamrin 14 Januari 2016, menunjukkan bahwa teror tersebut tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal," kata dia. 

Tito menuturkan, pada saat terjadinya teror bom Thamrin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi sebanyak 77,86 poin atau sebanyak 1,72% di level 4.459,32 poin. 

Namun koreksi IHSG tersebut hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53% dan keesokan harinya justru menguat 0,24%. (*)