Vestrill Genk, Ngetrilnya Cuma Satu Persen

Vetril Genk asal Pati, gunakan Vespa untuk ngetril. (Satriyo Wicaksono)

NAMANYA Vestrill Genk, hobinya ngetril pakai vespa. Vestril Genk lebih suka disebut persaudaraan vespa, bukan komunitas vespa.

“Ini fokusnya lebih tepatnya ke persaudaraan, vespa itu cuman media, yang penting 1 persen kita ngetril dan 99 persen foto-foto, 100 persen lagi persaudaraan, jadi 200 persen,” kata Topan Tobil selaku juru bicara dari Vestrill Genk saat berbincang dengan KRjogja.com di sela-sela Djogjantique Day 2016, Sabtu (20/08/2016).

Kata-kata ngetril yang diucapkan Topan mengarah pada motor trail atau offroad. Memang Vetril Genk merupakan sekumpulan anak muda di Pati Jawa Tengah yang hobi balap motor menggunakan vespa yang dimodifikasi untuk balap di medan layaknya motor trail. Di Yogyakarta mereka diundang Motor Antique Club Djogjakarta yang memperingati ulang tahunnya yang ke-29.

Dalam acara tersebut Vestrill Genk ambil bagian dalam kategori ‘Scooters Classic Crosser’. Sebanyak sepuluh vespa yang sudah dirancang khusus untuk membalap, dibawa langsung dari Pati. Motor-motor tersebut nantinya akan digunakan dalam balapan yang diselenggarakan di Sirkuit Jupiter Adventure Zone, Komplek Landasan Udara Adisucipto Yogyakarta.

“Ini awalnya cuman kumpul-kumpul karena kita punya hobi yang sama, yaitu vespa. Seminggu itu kumpul dua kali, hari Jumat sama Sabtu, kadang ya hari Minggu. Sore itu kumpul sekalian latihan, malemnya ngobrol seneng-seneng. Begitu tahu ada acara ini, kita turut meramaikan,” ungkap Topan Tobil.

Vestrill Genk datang ke Yogyakarta tidak hanya sekedar meramaikan acara Djogjajantique Day 2016, tetapi juga membawa pesan sosial dengan menjadikan vespa sebagai media bersuara. Seluruh anggota Vestrill Genk telah sepakat untuk menentang pembangunan Pabrik Semen di Kendeng, Pati, Jawa Tengah.

“Di sini kita juga menyuarakan tolak pabrik semen, kita demo. Kita kan tidak mungkin melawan kapitalis, makanya dengan cara kayak gini kita bersuara,” imbuhnya.

Rombongan Vestrill Genk yang telah tiba di Jogja sejak kemarin berharap agar suara mereka didengarkan oleh pemerintah. Selain itu Vestrill Genk juga berharap agar dalam perlombaan kali ini dapat mendapat juara. “Insyaallah kita pulang bawa piala, dari pati bawa cinta, dari sini bawa piala,” pungkasnya. (Satriyo Wicaksono)

Tulis Komentar Anda