Pola Tidur Berubah saat Puasa? Simak Tips Ini

Ilustrasi. Foto: Dok

BULAN suci Ramadan segera tiba. Umat Islam akan menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh hingga meraih kemenangan pada Idul Fitri. Salah satu hal yang harus dipersiapkan oleh umat Islam adalah fisik karena pola makan hingga pola tidur akan berbeda dari biasanya.

Pola tidur hampir pasti terganggu. Sebab, umat Islam harus bangun pada dini hari sebelum waktu Imsak untuk sahur. Menurut pakar kesehatan dari London Sleep Centre Dubai, Kate Bridle, kurangnya waktu tidur dapat mengakibatkan perubahan mood serta meningkatkan risiko cedera.

“Kurangnya waktu tidur juga berdampak pada hormon dalam tubuh yang mengontrol nafsu makan. Ketika waktu tidur berkurang, maka nafsu makan meningkat, sehingga berpuasa saat Ramadan akan lebih sulit,” ujar Kate Bridle, mengutip dari The National, Sabtu (12/5/2018).

Namun, Anda yang berpuasa tidak perlu khawatir. Bridle membagi tips agar dapat tidur dengan lebih baik di saat Bulan Suci Ramadan.

1. Kuantitas tidur

Cobalah untuk mendapatkan kuantitas tidur yang sama seperti waktu normal 24 jam. Orang normal membutuhkan waktu tidur 7-8 jam sehari. Namun, waktu tidur tersebut sulit dicapai saat Ramadan. Karena itu, ada baiknya mengatur waktu tidur.

Bridle menyarankan untuk mengatur rencana atau punya time table yang harus dipatuhi selama Ramadan. Ia mencontohkan, Anda bisa tidur sebelum pukul 23.00 dan bangun empat jam kemudian untuk sahur.

Jika tidak ada kegiatan, usahakan tidur setelah menunaikan salat subuh sekira 1-2 jam. Biasanya, jam kerja akan dikurangi untuk membantu karyawan yang berpuasa agar memiliki waktu yang berkualitas. Manfaatkan dispensasi tersebut untuk mengatur pola tidur Anda.

2. Kualitas tidur

Waktu tidur yang berkualitas amat penting, bahkan lebih krusial dibandingkan kuantitas tidur. Jika ingin tidur Anda lebih berkualitas, coba untuk tidur dalam keadaan yang tenang dan gelap. Gunakan penutup telinga atau masker untuk mata dapat membantu Anda tidur dengan lebih berkualitas.

3. Jaga asupan makanan

Mengonsumsi makanan berkalori dan manis memang dibutuhkan untuk memulihkan energi setelah berpuasa. Akan tetapi, usahakan tidak menyantap terlalu banyak makanan yang mengandung kalori dan gula tinggi saat berbuka. Sebab, jenis makanan tersebut dapat mengganggu kualitas tidur Anda. Tubuh akan lebih membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna makanan ketika seharusnya beristirahat.

Sebisa mungkin hindari juga makanan yang sangat pedas. Sebab, lapisan lambung akan sangat sensitif usai berpuasa. Terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas dapat mengakibatkan mulas sehingga mengganggu tidur di malam hari.

4. Hindari kopi atau produk kafein

Kafein akan mengendap di sistem pencernaan selama kurang lebih 7 jam. Pastikan Anda mengonsumsi kopi atau kafein ketika tidak berencana untuk tidur selama 7 jam ke depan. Kopi atau kafein mungkin tidak cukup ampuh membuat Anda terjaga, tetapi pasti akan berdampak pada kualitas tidur. (*)

Tulis Komentar Anda