Ternyata, Yoga Mampu Usir Lelah saat 'Datang Bulan'

Para Yogis mengkonsumsi Kiranti sebelum melakukan yoga bersama di Komplek Candi Prambanan Yogyakarta

MENJADI perempuan tidak mudah, apalagi harus melakoni multiperan dan tugas yang menjadi kesehariannya. Ada saatnya perempuan membutuhkan semangat untuk tetap segar dalam menjalankan rutinitas. Terutama saat haid atau menstruasi yang biasa dikenal 'datang bulan'.

"Tim riset belum lama ini mengungkapkan fakta menggunakan platform media listening mutakhir. Melalui sistem ini tim menganalisis ratusan percakapan di medsos terkait menstuasi. Hasilnya adaa dua jenis perubahan pada perempuan saat menstruasi yaitu perubahan fisik dan emosional. Mayoritas perempuan mengalami kelelahan fisik (91,4 persen)," ungkap Head Of Corporate and Marketing Communication OT Group selaku produsen Kiranti, Harianus Zebua di sela Yoga Festival 2018 di Candi Prambanan, Sabtu (12/05/2018).

Menurut Harianus perubahan fisik yang dialami adalah kelelahan, nyeri, sakit perut, sakit kepala dan kembung. Sedangkan perubahan emosional hanya dialami 8,6 persen netizen. Karena itu, melalui kegiatan ini mengajak kaum perempuan melawan rasa lelah terutama saat menstruasi. Rasa lelah memicu perempuan malas untuk bergerak sehingga mengganggu aktivitas.

"Yoga dan mengkonsumsi Kiranti yang terbuat dai bahan alami seperti kunyit, kencur, gula jawa, jahe dan asam jawa mampu memberikan kesegaran bagi perempuan sehingga tetap mampu beraktivitas. Ini merupakan jamu dari resep nenek moyang namun telah lulus uji klinis dan di jamin kehigeinisannya," tambah Harianus.

Yoga, tambah Harianus membuat tubuh rileks, melancarkan aliran darah sehingga mampu mempercepat hilangnya rasa lelah. Selain itu, optimalisasi bahan alami akan memaksimalkan sistem metabolisme tubuh. Akibatnya, jika fisik perempuan tetap terjaga kesegarannya akan lebih mudah untuk tetap beraktivitas tanpa mengganggu saat kedatangan 'tamu' bulanannya.

"Kami mengajak perempuan Indonesia untuk tetap bersemangat. Tidak mudah memang, namun dengan menggandeng 'Kaum Yogis' (pegiat Yoga) hal ini bisa terus diupayakan. Yogyakarta sendiri banyak bermunculan grup yoga sehingga kegiatan ini bisa terlaksana untuk kali ketiga," ungkapnya. 

Harianus menambahkan pada even kali ini ada 800 peserta yang ikut mendaftar. Jumlah ini di luar ekpektasi pihaknya karena awalnya hanya menargetkan 500 peserta. Komunitas pecinta ini berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Karawang dan Bandung. (Tom)

 

 

Tulis Komentar Anda