Mengelola PT di Era Milenia

SAAT ini masyarakat banyak mendapatkan kemudahan dalam memperoleh informasi di media sosial. Suatu hal yang bisa disebut sangat menguntungkan, namun disisi lain juga mengkhawatirkan, tergantung dilihat dari kacamata mana.

Masyarakat dengan mudah mendapat pengetahuan tanpa sulit dan hanya bergantung kepada media komunikasi yang disebut Android. Informasi apapun tanpa batas dapat diperoleh. Bila ilmu yang positif tentu bagus, namun bagaimana bila seorang anak di bawah umur sudah keranjingan Android dan sebagainya, apakah hal ini tidak mengkhawatirkan karena contoh nyata banyak dijumpai di tengah masyarakat anak-anak kecil sudah pegang alat komunikasi yang satu ini. Memang kita ini berada di era tehnologi.

Bagitu pula halnya dengan informasi terkait Perguruan Tinggi (PT), semua masyarakat dapat mengakses dengan sangat mudah. Sebagai pelaku di bidang pendidikan tinggi pariwisata, kita sebaiknya dapat menyikapi hal ini dengan keterbukaan/- transparansi. Pemerintahpun juga sedikit demi sedikit telah membuka diri dengan arus globalisasi atau era milenia.

Budaya konvensional hanya menunggu masyarakat yang akan datang ke kampus kita, sudah bukan eranya lagi. Berani melompat dari zona nyaman (comfort zone) adalah salah satu langkah strategis untuk mengelola PT ini di era milenia. Hal ini juga harus diimbangi dengan pertimbangan yang smart, cerdas dan penuh prediksi. Pernahkah kita mendengar dan bahkan menyaksikan, warung soto yang hanya dibuat dari dinding bambu dapat menyedot pembeli yang melimpah, tetapi begitu warung tersebut diperbaiki, direnovasi dengan pembangunan yang lebih modern, mungkin akan mengurangi jumlah pembeli, bisa jadi karena harga jual yang dinaikkan, juru masak yang diganti, bumbu-bumbu yang sedikit dikurangi takarannya, sehingga hal ini mengurangi rasa percaya masyarakat untuk datang kembali membeli. Itu hanya salah satu contoh kecil yang ada disekitar kita. Mungkinkah kita akan seperti warung soto tadi?

Sebagai pengelola PT khususnya bidang Pariwisata, tidak usah terlalu khawatir dengan peraturan-peraturan baru yang diterapkan pada PT di negara ini. Justru marilah kita berbenah dengan desain baru. Bukan hal yang mustahil bila pendidikan ini dikelola dengan sentuhan entrepreneurship maka akan terasa lebih sesuai dengan era saat ini. Mengembangkan jejaring nasional dan internasional harus ditingkatkan bila tidak ingin terlibas, karena dengan masuknya PT Asing di Indonesia, maka sudah bukan hal yang aneh bila kita juga harus berani membuka diri dengan meningkatkan jalinan kerja sama secara global pula. Bila kita ingin maju dan berkembang, jangan berpikir kearah merugi, apapun kita bisa lakukan dengan perhitungan yang cermat, seperti halnya berinvestasi dan berkolaborasi dengan pemerintah maupun industri. Mengelola PT yang ragu-ragu justru membuat diri kita menjadi kerdil, karena dengan keraguan, langkah kita akan terasa lambat dan kurang berkreasi dan berinovasi.

Marilah kita coba tingkatkan kreasi dan inovasi PT ini bilamana kita ingin tetap eksis di era milenia ini. Sudah banyak fakta, dengan penuh kreasi segala usaha yang kita lakukan akan menunjukkan hasil maksimal. Sudah bukan eranya sebagai pengelola PT hanya berpangku tangan, tidak punya inovasi dan kreasi, hanya diam dalam zona nyaman.

Berani membuat suatu program untuk kemajuan lembaga, ke depan PT kita akan lebih berkualitas. Sudah bukan satu-satunya langkah kita mengelola PT ini hanya dengan mengandalkan iklan, baliho, dan cara-cara yang konvensional karena tentunya akan memperlambat laju perkembangan.

Banyak langkah dapat dilakukan dengan melakukan misal dengan branding dan kerja cerdas. Masyarakat sudah sangat kritis, sangat diuntungkan dengan media-media sosial yang beragam bila ingin mencari informasi PT kita. Marilah kita sikapi dengan hal yang sama yakni menyediakan informasi yang lengkap dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa ada kesulitan.

(Dra Damiasih MPar. Dosen Stipram Yogyakarta, Mahasiswa Program Doktor UKSW. Artikel ini dimuat Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Jumat 11 Mei 2018)

Tulis Komentar Anda