Angkringan Editor : Agung Purwandono Kamis, 10 Mei 2018 / 13:10 WIB

Rock Balancing, Hobi yang Bisa untuk Terapi

ROCK balancing ternyata berkembang bukan hanya sebatas seni, namun juga untuk terapi. Proses menyusun batu yang membutuhkan konsentrasi, bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk. 

Bagi para penderita tremor, rock balancing menjadi terapi yang mudah, murah, dan menyenangkan. “Jadi elemen batu ini kan ada pori-porinya dan ada massanya. Ketika kita pegang energinya terasa, otot dan syaraf yang mati bisa dilatih. Melatih motorik,” terang Mas Gilang. 

Ia juga menambahkan pernah ada anak-anak yang berperilaku tidak semestinya seperti mabuk-mabukan dan kenakalan lainnya diajak mengikuti rock balancing. Ini sebagai terapi untuk mengontrol emosi dan melatih ketenangannya. Saat ini perilaku negatif mereka sedikit demi sedikit berkurang. 

Butuh konsentrasi tinggi dan kesabaran sehingga bisa digunakan untuk terapi. 

Dilihat dari sudut pandang psikologi rock balancing dapat dikatakan sebagai metode anti aging. “Ketika belajar rock balancing ada rasa bahagia. Latihan fokus, latihan rasa, dan latihan intuisi menimbulkan rasa senang dan senang itu artinya menurunkan tingkat stres,” kata Hisyam A Fahri, trainer hipnosis  yang juga pakar tarot. 

Menurutnya terapi ini cocok untuk orang-orang yang bermasalah dengan ketidakfokusan karena mengaktifkan syaraf motorik dan meningkatkan zat kebahagiaan. 

Rock Balancing juga mengajarkan pada kesederhanaan, walaupun berada di atas suatu saat akan kembali ke titik nol juga. Ada filosofi rock balancing yang dibagikan Mas Abe sore itu, dengan ilustrasi ibu jari dan jari telunjuk yang membentuk huruf L ia menjelaskan. 

“Kita berada di titik nol (menunjuk persimpangan kedua jari), tiidak jatuh ke arah vertikal maupun horizontal. Garis vertikal ini kita dengan sang pencipta, kalau garis horizontal kita dengan ciptaanNya. Jadi semua kembali ke titik nol,” katanya. 

Komunitas KR Academy berbincang dengan Balancing Art Indonesia.

Baik mas Abee dan Mas Gilang mengatakan, saat ini salah satu program dari Komunitas Balancing Art Indonesia adalah mensosialisasikan tentang balancing art. Jangan sampai seni tersebut dianggap mistis karena banyak yang belum tahu. 

Rock Balancing tidak hanya bisa dinikmati sebagai seni atau dilakoni sebagai hobi. Namun lebih dari itu kegiatan ini membawa manfaat yang tidak kecil, dan itu sudah dibuktikan dengan komunitas Balancing Art Indonesia. (Nur Syafira R/KR Academy)