DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 09 Mei 2018 / 16:12 WIB

Kerupuk Mengandung Bahan Berbahaya Beredar di Kulonprogo

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Minuman (BBPOM) Yogyakarta mendapati produk bahan makanan kerupuk sermier, mengandung bahan berbahaya yang diperjualbelikan di Pasar Wates. Kepala Pengawas Farmasi dan Makanan BBPOM Yogyakarta, Rossy Hertati mengungkapkan, bersamaan pemantauan bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadan di Pasar Wates, dilakukan pemeriksaan terhadap 13 produk makanan yang dicurigai menggunakan bahan berbahaya.

Berdasarkan 13 sampel dari pedagang yang berbeda tersebut, di antaranya kerupuk sermier, kue mangkok, mi kuning, langing merah dan bolu emprit. Dari hasil pemeriksaan kerupuk yang terbuat menggunakan bahan baku ubi kayu tersebut, positif menggunakan pewarna mengandung rhodamin B.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

”Sejenis pewarna yang digunakan itu berbahaya terhadap kesehatan. Itu pewarna bukan untuk makanan. Dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kanker,” ujar Rossy Hertati.

Atas temuan terhadap produk makanan menggunakan bahan berbahaya tersebut, dilakukan pembinaan terhadap para pedagang yang menjual kerupuk sermier. Selanjutnya meminta pedagang tidak menjual produk tersebut.

Menurutnya, pedagang tidak mengetahui pewarna yang digunakan di kerupuk sermier berbahaya untuk kesehatan. Informasi dari para pedagang, produk tersebut berasal dari luar Kulonprogo. ”Selain meminta produk tersebut tidak dipasarkan, juga pengelola pasar agar memantau produk makanan yang dicurigai menggunakan bahan berbahaya,” katanya.

Seperti diketahui BBPOM Yogyakarta sebelumnya menjelang Ramadan tahun lalu juga pernah melakukan pemeriksaan terhadap produk makanan yang dicurigai berbahaya. Petugas mendapatkan produk tersebut menggunakan pewarna sintetis. (Ras/*32)