DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 09 Mei 2018 / 15:21 WIB

Wonosari dan Playen Dijadikan Sentra Pembibitan Sapi PO

WONOSARI, KRJOGJA.com - Target Opsus Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) 2017 di Gunungkidul yakni sebanyak 45.000 ekor saat ini sudah mencapai tercapai 42.097 ekor atau 93.55 persen. Adapun selama 2018 hingga Minggu (06/05/2018) pemeriksaan kebuntingan sapi jenis Peranakan Ongolia (PO) atau sapi lokal putih dari target 6.077 sudah tercapai 44,8 persen.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Ir Bambang Wisnubroto mengatakan Kecamatan Wonosari dan Playen dijadikan sentra pembibitan sapi PO, dengan populasi sapi PO ada 5.300 ekor dan sapi non-PO ada 13.888 ekor. Sedangkan jumlah populasi sapi di Kabupaten Gunungkidul saat ini ada 153.658 ekor dengan jumlah populasi sapi potong ada 24.000 ekor lebih.

Program obsus siwab ini didukung dengan perluasan penanaman hijauan makanan ternak seluas 169 hektare di 77 kelompok ternak. Bupati Gunungkidul yang diwakili Asekda II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir Asman Latief mengatakan, Gunungkidul yang selama ini jadi gudangnya ternak di DIY perlu dipertahankan.

Terlebih dengan perkembangan sapi PO atau sapi putih lokal juga perlu dibudayakan tidak hanya di Kecamatan Wonosari dan Playen tetapi juga wilayah lain yang potensial. Ternak sapi yang dibudidayakan masyarakat tidak hanya untuk peningkatan ekonomi, tetapi juga untuk mendukung sektor pertanian terutama penyediaan pupuk kandang atau pupuk organik.

”Kami berharap obsus siwab ini terus berlanjut sehingga Gunungkidul bisa mempertahankan sebagai gudang ternak dan mendukung pemerintah dalam swasembada daging,” katanya. (Awa)