Stok Pangan Kulonprogo Aman Hingga Akhir Tahun

Kadinas Perdagangan Krissutansto memberikan penjelasan. Foto: Widiastuti

WATES (KRJOGJA.com) - Jelang Ramadan hingga akhir tahun stok pangan di Kabupaten Kulonprogo aman. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan sembako dan lainnya. Demikian pula terhadap elpiji 3 kilo, Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Perdagangan sudah mengajukan tambahan kuota 2018 kepada Gubernur DIY.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kulonprogo Drs Krissutanto pada konferensi pers "Stok Pangan Jelang Ramadan 1439 H", di RM Gule Sawah, Selasa (08/05/2018). Acara difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Krissutanto didampingi Sekretaris Diskominfo Heri Darmawan dan Kabid Perdagangan Drs Bambang Widodo MSi. 

"Harga-harga kebutuhan pokok seperti beras, daging dan lainnya hingga saat ini masih terkendali atau wajar. Ketersediaan beras sudah kami cek ke lapangan di gapoktan semua aman," ungkap Krissusanto.  

Kegiatan berkaitan dengan pemenuhuan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri adalah pemantauan harga barang kebutuhan pokok dan barang strategis lainnya, baik bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten dan DIY bersama Satgas Pangan Polres Kulonprogo.

Ditambahkan Krissutanto, pasar murah dan operasi pasar murni (OPM) komiditi lainnya adalah Pasar Murah bersama Disperindag DIY, Bank Indonesia (BI) Cabang Yogyakarta, Perum Bulog Drive DIY, PT PPI Yogyakarta, distributor, dinas terkait di kabupaten. Rencananya Kecamatan Lendah: Desa Bumirejo dan Desa Gulurejo 9 Mei, Kecamatan Girimulyo: Desa Jatimulyo 11 Mei. OPM di Desa Giripurwo Kecamatan Girimulyo 22 Mei dan Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh 23 Mei. Dibagikan kupon paket sebanyak 300 kupon dengan harga paket bahan pokok Rp 40 ribu.

"Usulan OPM lain kerjasama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Cabang Yogyakarta mengusulkan pasar murah bersamaan dengan Pasar Ramadan di Alun-alun Wates, yaitu Kamis (17/05/2018) dan Kamis (07/06/2018)," ujarnya. 

Sementara dalam rangka memenuhi kebutuhan liquefied petroleum gas (LPG) Tabung 3 Kg tahun 2018, juga sudah dimintakan usulan kepada Gubernur DIY. "Tahun 2017 LPG Tabung 3 Kg sebanyak 3.706.520 tabung, maka usulan tahun 2018 sebanyak 4.447.824 tabung," papar Krissutanto.

Ditambahkan Kabid Perdagangan Bambang Widodo, selain pemantauan terhadap kondisi harga dan lainnya, pihaknya juga koordinasi dengan dinas/instansi terkait barang yang kadaluwarsa maupun makanan olahan yang dijumpai masih ada yang mengandung bahan berbahaya seperti rhodamin. "Masyarakat agar lebih teliti dalam membeli makanan, harap dilihat batas kadaluwarsanya," kata Bambang. (Wid)

 

 

Tulis Komentar Anda