Pemda Berikan Rumah Gratis Bagi Warga Terdampak Bandara, Kedepankan Empati Beretika

Rumah gratis yang ditawarkan Pemkab Kulonprogo. (istimewa)

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Rencana Relokasi warga yang masih bertahan di kawasan IPL bandara Kulonprogo direncanakan dengan seksama dan hati hati. Pemkab Kulonprogo maupun Pihak Angkasa pura 1 selalu mengedepankan pendekatan yang bersifat persuasif dan humanis.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Kulonprogo Dr. Hasto Wardoyo Spog bertemu dengan wartawan Senin (7/5/2018). Hasto pun dengan tegas meminta seluruh jajarannya untuk mengedepankan sisi humanis dalam proses persuasi yang ditempuh.

 "Semuanya harus humanis, tidak boleh ada yang kasar, berikan penjelasan. Ingat bahwa kehadiran kita disana adalah untuk membantu mereka,” ungkap Hasto.

Pemkab Kulonprogo menurut Hasto juga telah  mempersiapkan rumah gratis bagi warga terdampak bandara. Rumah -rumah tersebut disebutnya merupakan wujud memanusiakan masyarakat terdampak seperti yang seharusnya dilakukan.

“Rumah tersebut adalah hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dan kementerian lainnya. Semuanya kita perhatikan, bahkan yang sekarang masih bertahan disana (area Bandara) oleh Angkasa pura 1 sudah disewakan rumah untuk ditempati sementara,” sambungnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Angkasa Pura 1, Faik Fahmi menyampaikan betapa pentingnya penyelesaian pembangunan Bandara baru di Kulonprogo ini. Angkasa Pura 1 pun bersiap merelokasi 37 kepala keluarga yang masih bertahan untuk melakukan penolakan bandara.

“Ini adalah penugasan pemerintah kepada AP1, maka tugas penting ini perlu kami laksanakan dengan sebaik baiknya. Nantinya, Bandara baru ini dapat didarati oleh pesawat pesawat yang jauh lebih besar dengan kapasitas penumpang yang juga lebih banyak, maka jumlah wisatawan ke Yogyakarta pun diharapkan dapat meningkat,” terangnya.

Pemkab Kulonprogo hingga kini terus melanjutkan program relokasi warga dan memberikan 43 unit rumah gratis. Rumah ukuran 36 meter persegi dengan daya listrik 900 watt lengkap dengan air bersih dan perabot disiapkan untuk masyarakat terdampak bandara.

“Monggo, warga yang masih bertahan disana silahkan kalau mau kita masih ada 5 unit lagi, nanti kita prioritaskan mereka yang betul betul kesusahan. Seperti mereka yang difabel, kan ada itu, nah itu kita prioritaskan,” sambung Hasto.

Rumah di kawasan Kedundang Kulonprogo sendiri cukup layak ditempati dengan warna oranye dan kualitas material yang tidak bisa dibilang jelek. Dalam rumah pun ternyata sudah dilengkapi dengan perabot berupa kursi tamu, meja makan dan kursinya, tempat tidur besar dan tempat tidur tingkat. (Fxh)

 

Tulis Komentar Anda