Pemerintah Ingin Kurangi Defisit Perdagangan

JAKARTA, KRJOGJA.com - Indonesia bertekad untuk mengurangi defisit perdagangan dengan China. Niat tersebut bakal diwujudkan dengan upaya peningkatan kerja sama ekonomi yang dibahas Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri China Li Keqiang di Istana Bogor, Minggu (06/05/2018) besok.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan Jokowi dan Li akan fokus membahas penguatan kerja sama ekonomi, terutama upaya memperkecil defisit perdagangan kedua negara. "Kerja sama ekonomi pasti disinggung Li dan Jokowi. Indonesia ingin mendorong agar defisit neraca perdagangan semakin dikurangi," ucap Retno.

Retno mengatakan defisit perdagangan Jakarta dan Beijing terus berkurang dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data selama 2015-2017, paparnya, defisit perdagangan kedua negara berkurang 11,63 persen. Data Kementerian Perdagangan RI menunjukkan terhitung Januari hingga Agustus 2017 defisit perdagangan Indonesia-China mencapai US$8,4 miliar, lebih baik dari rekor dalam periode yang sama di 2016 mencapai US$9,9 miliar.

"Ini adalah kemajuan yang sangat berarti dan tidak mudah. Turunnya defisit perdagangan selama dua tahun terakhir tak lepas dari engagement Indonesia terhadap China," kata Retno.

Selain membahas neraca perdagangan, Retno mengatakan Jokowi juga ingin meningkatkan ekspor Indonesia ke China terutama dalam komoditas kelapa sawit, sarang burung walet, kopi, dan kokoa. Dalam pertemuan itu, Jokowi juga ingin mendorong perbaikan pengelolaan investasi Indonesia di China yang mencakup kualitas dan manfaat investasi, pemanfaatan tenaga kerja, hingga transfer teknologi. (*)

Tulis Komentar Anda