Anak Yatim Bakal Diajak Pekan Raya Jakarta 2018

istimewa

JAKARTA, KRJOGJA.com  – Wajah ramah ditunjukkan Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2018. Sisi humanisme pun diperlihatkan. Yaitu melalui program Corporate Social Responsibility, 23 Mei-30 Juni. 

Pengelola PRJ akan berbagi keceriaan dengan banyak anak yatim. Ada juga program kemanusiaan donor darah. Secara umum, program sosial ini digelar hampir sepanjang penyelenggaraan event. PRJ tahun ini ditabuh 23 Mei sampai 1 Juli.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, program sosial sebagai bentuk kepedulian PRJ kepada sesama. “PRJ ini bagus karena tetap peduli kepada sesama. Tidak melupakan lingkungan sekitarnya. Mereka ini mau berbagi kebahagiaan bersama orang-orang yang membutuhkan,” ungkap Menpar, Senin (30/4). 

Aksi peduli sosial PRJ ditandai dengan penyelenggaraan Donor Darah. Kemenpar berkolaborasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan sosial ini dilaksanakan Senin sampai Sabtu, pukul 17.00-20.00 WIB, di Pintu 2, Gambir Expo. Kepedulian dari pengunjung diharapkan bisa menambah stok kantung darah. Untuk itu, PRJ sudah menyediakan booth khusus. 

“Kegiatan Donor Darah ini sangat mulia. Sebab, kita membantu dan menyelamatkan nyawa orang lain. Untuk itu, kami tunggu partisipasi publik. Sebab, donasi tersebut sangat berguna bagi masyarakat yang membutuhkan,” terang Menpar. 

Guna menjadi seorang pendonor, ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi. Mereka harus sehat jasmani dan rohani. Rentang usia kisaran 17-60 tahun. Berat badannya minimal 45 kilogram. Batas dari tekanan darah systole 100-180, lalu disatolenya 70-100. Para pendonor juga harus memiliki haemoglobin 12,5%. Interval donor darah minimal 12 pekan atau 3 bulan. Artinya, dalam setahun maksimal 5 kali. 

“Sebelum mendonorkan darahnya, kondisi pengunjung harus prima semuanya. Nanti pasti akan dicek lebih dahulu oleh petugas di lapangan. Kalau memang ingin mendonorkan darahnya, pengunjung ini harus cukup istirahat, makan, dan minum,” katanya lagi. 

Ada beberapa tips yang harus diperhatikan bila ingin mendonorkan darah. Mereka diwajibkan tidur yang cukup. Minimal 4 jam sebelum donor. Saat mendonorkan darah, pastikan perut tidak kosong. Jadi makanlah 3-4 jam sebelum mendonasikan darah. Minumlah sebanyak mungkin atau minimal 3 gelas. Setelah melakukan donor darah, beristirahatlah minimal 10 menit sambil makan. 

Guna menghindari pembengkakan efek jarum, selama 12 jam hindarilah mengangkat beban berat. Lalu, perbanyaklah minum sampai 72 jam ke depan. Tujuannya, untuk mengembalikan kebugaran. 

“Setelah mengikuti petunjuk, para pendonor bisa langsung beraktivitas. Menikmati beragam kemeriahan pesta PRJ. Semoga amal baik para pendonor menjadi berkat,” terang Menpar. 

Selain aksi donor darah, PRJ juga membagikan keramahannya kepada anak yatim. Para anak yatim akan diajak bergembira di tengah kemeriahan PRJ. Mereka akan diajak berkeliling menikmati berbagai wahana permainan secara gratis. Konsep edukasi juga diberikan. Bersamaan Ramadhan, mereka juga akan diajak berbuka puasa bersama. Lalu, ada pembagian hadiah plus doorprize. 

“Anak-anak yatim akan diajak berkeliling area PRJ. Mereka bisa menikmati beragam wahana dan permainan menarik. Hal itu tentu akan membuat anak-anak bergembira. Semoga mereka senang dan terinspirasi untuk giat belajar. Harapannya, bisa meraih cita-cita yang diinginkannya,” ujar Menteri asal Banyuwangi ini. 

Digelar mulai 28 Mei hingga 26 Juni, program berbagi ini akan diikuti sedikitnya 11 panti asuhan. Mereka berasal dari wilayah di sekitar Jakarta. Sedikitnya ada 509 anak yatim yang akan bergabung. Jumlah ini belum termasuk Yayasan Amal Mulia-Panti Asuhan Vincentius Putra juga PSAA Van Der Steur Yayasan An-Nuriyah.  Ada juga PA Vincensius Putrid an Yayasan PETA. 

Ketua Tim Pelaksana Calendar Of Event Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. “Beragam aksi kepedualian sosial PRJ ini bagus. Donor darah ini banyak membutuhkan, lalu anak-anak yatim ini juga harus selalu bergembira. Semoga agenda peduli sosial ini menjadi inspirasi bagi agenda lainnya,” tutup Esthy yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar. (Fon)

Tulis Komentar Anda