Wisata Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 27 April 2018 / 19:09 WIB

Kemenpar Jaring Wisatawan di Kota Nagoya

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kementerian Pariwisata, berupaya untuk terus menggali potensi besar wisatawan Jepang. Salah satunya melalui program consumer selling, yaitu Indonesia Week 2018. 

Event ini digelar di Kota Nagoya, Jepang bertajuk Indonesia Week 2018 akan digelar 28-30 April 2018. Lokasinya ada di Mochinoki Hiroba, Nagoya. Tahun ini menjadi keikutsertaan Wonderful Indonesia kali kedua setelah 2016. 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya, posisi Jepang sangat penting. "Jepang sangat penting bagi pariwisata Indonesia. Beragam peluang akan diupayakan untuk menambah jumlah kunjungan wisatawan Jepang. Kini kami ingin membidik mereka melalui program Indonesia Weeks 2018,” ungkap Nia, Senin (23/04/2018). 

Indonesia Week merupakan program sinergi lintas elemen. Ada Kementerian Pariwisata, KBRI Tokyo, PPI Jepang, hingga beragam komunitas masyarakat Indonesia di Jepang. Selain menjaring kunjungan wisatawan Negeri Matahari Terbit, program ini juga diarahkan untuk diplomasi. Yaitu, memperingati hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang yang memasuki tahun ke-60. 

"Ada banyak misi yang dibawa dari program Indonesia Week. Diantaranya memperingati hubungan diplomatik kedua negara. Itu tidak kalah penting. Momen penting ini juga diupayakan untuk lebih mendekatkan pariwisata Indonesia kepada masyarakat Jepang,” jelasnya. 

Untuk memberikan kesan positif, beragam menu unggulan disiapkan. Ada event art and cultural performance, bazaar & booth, hingga intimate concert. Di antara kemeriahan pesta perayaan ini, Wonderful Indonesia pun menyajikan beragam menu khasnya. “Ini momen spesial dan kami jelas tampil dengan konsep berbeda sekaligus unik,” terang Nia. 

Dalam consumer selling, Wonderful Indonesia pun memberikan space lebar bagi industri. travel agent diberikan keleluasaan untuk menjual beragam paket wisata Indonesia. Wonderful Indonesia juga memajang beragam photo booth, penampilan Malang Carnival, plus pelayanan informasi pariwisata. Menegaskan keramahan, beragam souvenir unik Wonderful Indonesia juga dibagikan pada pengunjung. 

Selain itu, Wonderful Indonesia juga sudah menyiapkan formulasi ampuh untuk memikat publik Jepang. Wonderful Indonesia mengundang Kustomfest. Konsep ini diharapkan mampu menarik komunitas-komunitas Kostomfest yang ada di Jepang. Dengan komposisi materi branding yang disiapkan, Nia pun optimistis bisa menarik kunjungan wisatawan Jepang lebih besar. 

“Kami juga melibatkan komunitas-komunitas unik. Selain menciptakan kemeriahan, konsep ini akan semakin menarik perhatian publik Jepang. Kalau sudah begitu, kami yakin bisa mendatangkan jumlah wisatawan Jepang lebih besar lagi di tahun ini,” tegas Nia lagi. 

Jepang memang menjadi pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Sebab, jumlah kunjungan wisatawan Negeri Matahari Terbit mencapai 538.334 di tahun 2017. Jumlah itu tumbuh 5% dari tahun sebelumnya, yaitu 513.297 wisatawan. Dari jumlah kunjungan itu, wisatawan Jepang memilih Jakarta dan Denpasar sebagai destinasi favorit. Jumlah kunjungan ke Bali mencapai 252.497 orang, lalu 228.648 jiwa ke Jakarta. 

“Market Jepang ini bagus. Tetap harus dirawat dengan baik. Jumlah kunjungan mereka tahun lalu itu cukup besar. Dengan program Indonesia Week ini, target besar tahun ini akan tercapai,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. 

Wonderful Indonesia menargetkan kunjungan wisatawan Jepang cukup besar tahun ini. Jumlahnya pun mencapai 600.000 wisatawan. Angka itu naik 61.666 wisatawan dari tahun 2017. Menpar menerangkan, atraksi, aksesibilitas, dan amenitas destinasi-destinasi di Indonesia sangat bagus. Indonesia saat ini juga menawarkan sensasi lain melalui konsep Nomadic Tourism dan Destinasi Digital. 

“Untuk atraksi, aksesibilitas, dan amenitas, Indonesia itu juaranya. Yang terbaik ada di sini. Kami ingin menawarkan sesuatu yang baru bagi wisatawan Jepang. Mereka harus berani mencoba konsep Nomadic Tourism yang kami tawarkan, termasuk paket wisata regular lainnya. Kesempatan consumer selling di Nagoya ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tutup Menpar. (*)