Komunitas Ini Mencari dan Membagi 1000 Susu, Butuh Peran Sertamu

Pelajar Yogyakarta yang tergabung dalam Komunitas 1000 Susu (Foto : Salsabila Annisa)

AWALNYA hanya sebuah proyek pribadi dari seorang pelajar yang ingin berbagi susu pada anak-anak jalanan. Tak dinyana, kemudian menjadi gerakan yang mendorong pelajar-pelajar di Yogyakarta untuk berbagi dalam bentuk susu.
Saat ditemui KRjogja.com, Komunitas 1000 Susu ini tengah membuka stand donasi #1000susugratisuntukanakjalanan di SMPN 1 Yogyakarta, Senin (20//06/2016). Tempat mencari donasi sendiri berpindah-pindah dan bisa dipantau di official line @cwc0917s. Pengumpulan donasi untuk program tersebut akan dibuka mulai hari ini hingga Minggu 3 Juli 2016.

Awal berdirinya, Komunitas 1000 Susu dari sosok gadis bernama, Leony Inatsan (18), remaja yang belum lama lulus dari  SMA Negeri 7 Yogyakarta. Kegiatan #1000susugratisuntukanakjalanan dilatarbelakangi oleh keinginan Leony untuk berkontribusi pada hari ulang tahunnya. Sejak saat itu, Leony mengajak pelajar kota Yogyakarta untuk membantu inisiatifnya tersebut melalui akun twitternya. Kegiatan tahunan tersebut dilakukan sejak tahun 2013.

Menggunakan donasi yang telah terkumpul, Komunitas 1000 Susu akan berbagi susu gratis pada anak-anak jalanan. Tidak hanya itu, Komunitas 1000 Susu juga berbagi sembako, alat kebersihan, dan alat mandi untuk panti asuhan dan orang-orang yang membutuhkan. “Target tahun ini kita ingin berbagi ke delapan sampai sepuluh panti asuhan di Yogyakarta.” ujar Fitra Aqsa (18), salah satu volunteer 1000 Susu yang baru saja lulus dari SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.   

Hari pertama pembukaan donasi tersebut diawali dengan acara meet up atau rapat panitia di halaman SMP Negeri 1 Yogyakarta. Sebanyak 42 pelajar SMP dan SMA kota Yogyakarta yang menjadi volunteer 1000 Susu saling berkoordinasi tentang persiapan acara inti mereka. Mereka memaparkan kemudian mendiskusikan hasil survei mereka terkait panti asuhan mana saja yang akan mereka datangi dan bentuk bantuan apa saja yang panti asuhan itu butuhkan. Panitia tersebut dibentuk menjadi beberapa divisi yaitu acara, survei dan humas, perkap, dan donasi. Selain panitia, berbagai donatur terlihat datang silih berganti memberikan bantuan mereka.

“Di sini kebanyakan panitianya adalah anak-anak kelas 3 SMP dan 3 SMA, karena mereka yang punya banyak waktu luang. Biasanya kami mengadakan oprec ketika kenaikan kelas karena liburannya panjang,” ujar Dinar Fauzia (17). Siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta tersebut juga mengatakan bahwa tahun ini merupakan project 1000 Susu yang ke-4. Dinar menceritakan bahwa founder 1000 Susu, Leony Inatsan, tidak menyangka banyak pelajar Yogyakarta yang masih berminat berkontribusi pada sesama melalui kegiatan 1000 Susu sampai pada project yang ke-4. Pada periode 2016, volunteer 1000 Susu mencapai 79 siswa.

“Pada waktu acara yang pertama di tahun 2013 kami berbagi susu gratis pada anak jalanan di bawah jembatan Badran, kami kaget pas ngeliat banyak anak-anak TK dan SD yang ngrokok dan menghirup lem aibon. Diantara mereka bahkan ada yang gak tau rasa susu itu seperti apa, mereka malah banyak mengonsumsi racun daripada gizi,” sambung Dinar. Dinar mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut membuat para volunteer 1000 Susu semakin termotivasi untuk terus berbagi pada yang membutuhkan. Tertarik untuk berbagi bersama 1000 Susu? Untuk informasi selengkapnya hubungi saja id line ini: @sekarlsn dan @chairunnisatulia. (Salsabila Annisa)

Tulis Komentar Anda