BATIK KARAKTER MULAI DIMINATI

Warga Semarang Kini Semakin Suka Berbusana Batik

Irma Susanti (kiri) tengah menjelaskan motif batik identik kepada Ny Atiqoh Ganjar Pranowo. (Foto: Chandra AN)

BATIK Karakter atau yang memiliki corak sesuai dengan karakter atau identitas pemakainya kini diminati dan mulai diburu banyak penggemar. Latar belakang ini lah yang membuat Irma Susanti, owner Butik dan Galeri Batik Identix di kawasan Semeru raya Semarang menggeluti produksi dan design Batik Karakter.

"Umumnya batik itu kan memiliki corak tradisional, di sini kami ingin menampilkan corak lain yakni gambar yang mengintepretasikan karakter pemakainya. Misalnya orang yang hobi main golf, maka corak batik yang dikenakan bergambar hal-hal yang berkaitan dengan golf. Juga mereka yang suka sepakbola, maka bisa jadi corak batiknya pun berkaitan dengan olahraga sepak bola. Jadi batik yang dikenakan pun bisa menunjukkan apa hobi atau kesukaan, bahkan profesi pemakainya," ujar Irma Susanti.

Mengenakan Batik Karakter menurut Irma Susanti merupakan sisi lain dari cara orang membanggakan diri dengan menunjukkan identitasnya dalam berpakaian atau berbusana. "Kecintaan seseorang terhadap hobi atau barang bisa dituangkan dalam corak batik pakaian yang dia kenakan. Bahkan bisa jadi untuk melengkapi kebahagiaan saat berada di momen-momen tertentu, misalnya ulang tahun. Bahkan Batik Karakter atau beridentitas juga diburu banyak orang untuk hadiah atau kenang-kenangan. Alasannya pasti lebih mengena di hati lantaran corak batiknya sesuai dengan dunianya," tamba Irma.

Pada saat Semarang menemukan kembali identitas batiknya belasan tahun lalu, maka mantan karyawati bank swasta di Semarang inipun tergerak hatinya untuk memulai bisnis dengan melirik batik karakter. Jadilah Butik dan Galeri Batik Tulis Indonesia 'IDENTIX' yang dikukuhkan pada Sabtu (21/4/2018) bertepatan dengan Hari Kartini.

"Seluruh batik di sini merupakan rancangan design saya, terutama polanya. Untuk produksinya dari membatik, mencelup pewarnaan dan finishing selain ada beberapa karyawan kami yang buat, juga ada yang kami kerjasamakan dengan UKM Batik. Intinya kami juga ingin menghidupi para pengrajin batik di luar karyawan kami", kata Irma.

Hingga kini Irma mengaku sudah ada ratusan design yang dibuatnya. Yang terbanyak dibuat adalah pesanan khusus yang menggambarkan jatidiri pemesannya. "Kalau produk batik identitas biasanya saya buat berdasar pesanan, jadi jumlahnya terbatas. Kami tidak bisa menggunakannya untuk orang lain, sebab itu merupakan karya terbatas dan sangat pribadi," ungkapnya.

Dengan banyaknya penggemar Batik Karakter atau Identitas, menurut Irma menunjukkan bahwa seni batik sudah merasuki masyarakat kita. "Mereka sudah banyak yang dapat memberi penilaian terhadap batik sebagai karya yang memiliki kelas. Karena itu sampai kapan pun Batik akan terus diburu orang," lanjut Irma.

Sebagaimana yang diungkapkan Irma, maka layak kalay sekarang ini banyak tumbuh butik, galeri atau pun bisnis online yang menyasar batik. (Chandra AN)

Tulis Komentar Anda