Dokumen Lawas di Festival Mocosik Jadi Incaran

Salah satu bazaar buku yang menyediakan dokumen kuno. (Foto: Gumindo)


YOGYA, KRJOGJA.com - Bagi kalangan pecinta barang kuno di Festival Mocosik yang berlangsung pada 20-22 April 2018, di Jogja Expo Center, terdapat salah satu bazar khusus menjual buku, majalah, atau arsip lawas. Bentuk fisik barang yang dijual pun tampak kusam dan berubah warna. Huruf-hurufnya masih jelas terbaca dengan menggunakan ejaan lama. Arsip lawas ini menyiratkan isi tulisan penting di masa lampau yang dicari para kolektor.  

Seperti kalimat yang di kutip dari buku Habis Gelap Terbitlah Terang, “Perkataan …Iboe itoe amatlah soetjinja pada kami ! Dalam waktoe kepoetoesan ada, dan kesakitan, selaleolah bibir jang poetjah, jang ta berdarah itoe menjeboet-njeboet kata iboe”.
Kalimat itu berada di majalah "Doenia Kita" yang terbit sebulan sekali setiap tanggal sepuluh pada bagian sudut kanan atasnya sedikit cuil. Majalah umum untuk kaum ibu ini tertulis terbit pada Tahun II April 1939 Nomor 6 mengusung tema Hari Kartini. Terlihat sosok Raden Ajeng Kartini menjadi cover utama di majalah yang diikuti pesan penting bagi kaum perempuan.

Pengunjung juga dapat menemukan surat kabar harian umum edisi lawas "Kedaulatan Rakjat" edisi Sabtu 4 Januari 1969 dengan sajian berita utama tentang persoalan pendidikan yang kurikulumnya merosot dan tidak seimbang untuk pelajar. Ada lagi harian pagi "MERTJUSUAR" edisi Senin 12 September 1966 yang halaman utama koran tersebut menuliskan tentang Kabinet Ampera di masa orde baru.

Selain itu dijual pula beberapa majalah ternama Time, Tempo, atau Djogobojo edisi lawas. Buku-buku kuno seperti kisah empat pendekar Batara sampai koleksi brosur kuno tentang pertunjukan teater dan pemutaran film.

Menurut Yani (50), pemilik lapak bazar mengatakan harga dipengaruhi oleh isi tulisan dan ketersediaan jumlah barang. Dokumen lama ini dijual dengan kisaran harga puluhan ribu sampai jutaan rupiah. Seperti koran-koran lawas dijual dengan harga Rp 100.000.

"Tidak semua barang lawas punya harga mahal. Tergantung juga pada stok barang. Kalau barang kuno tapi jumlahnya banyak, harganya juga tidak tinggi," kata Yani. Untuk mengumpulkan dokumen lawas diperoleh dari para kolega. Bahkan ada penawaran barang dari orang-orang yang memiliki barang kuno kepada Yani.

Selain mengunjungi bazar buku, dalam acara yang berakhir hingga hari Minggu ini terdapat pameran arsip dan seni rupa buku. Kemudian ada pula talkshow buku dan literasi serta pertunjukan musik. (Gumido)

 

Tulis Komentar Anda