Kopi Merapi, Memiliki Tekstur Lembut dan Halus

Warung Kopi Merapi di Desa Kepuharjo Cangkringan. (Foto: Atiek WH)

PRIHATIN. Itulah yang dirasakan Sumijo, setiap kali melihat kakeknya tidak bisa menikmati hasil panen kopi. Bukan tanpa sebab, setiap kali panen kopi-kopi tersebut oleh petani langsung dijual ke pedagang. Hasilnya untuk harga petani cenderung manut dengan pedagang.

Berawal tahun 2002 lalu, Sumijo konsultasi dengan Dinas Pertanian Sleman tentang cara pengolahan kopi. Dua tahun setelahnya, ada pelatihan pengolahan dari kopi pasca panen menjadi bubuk siap konsumsi.

Setelah tahu dan bisa cara mengolah kopi, dia lalu berinisiatif mendirikan warung kopi. Tepatnya di Dusun Petung Desa Kepuharjo Cangkringan Sleman. Belum sempat beroperasi, ada erupsi Gunung Merapi. Warung tempat dia mau usaha hancur. Semuanya tertimbun material.

"Semua pasir yang menimbun warung lalu saya jual. Sekitar 2012 mulai dibangun lagi dan berdiri sampai sekarang," ujarnya saat menerima rombongan wartawan Pemkab Sleman, Kamis (19/4/2018). Ikut dalam rombongan dari Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Berada di lahan seluas 1.700 meter2, secara perlahan namun pasti warung Kopi Merapi miliknya mulai ramai. Bahkan di akhir pekan, selalu penuh. Pengunjung sampai rela menggelar tikar hingga tempat parkiran, untuk bisa menikmati kopi khas lereng Gunung Merapi.

Ada dua jenis kopi yang ada di warung ini. Arabika dan Robusta. Tidak suka kopi? Jangan khawatir. Di tempat ini juga menyediakan minuman khas masyarakat lereng Merapi. Wedang Gedang. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Rp 5.000 untuk Robusta dan Rp 8.000 untuk Arabika.

"Tiap bulan kunjungannya mencapai Rp 10 ribu orang. Tidak hanya warga lokal. Namun juga ada pejabat, artis hingga turis mancanegara," ungkap pria 43 tahun.

Untuk harga kopi yang masih mentah atau masih dalam bentuk biji Rp 100 ribu perkilogram untuk Arabika dan kopi Robusta berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu perkilogram. Sedangkan yang siap konsumsi Rp 200 ribu perkilogram untuk Arabika dan antara Rp 100 ribu hingga Rp 160 ribu untuk Robusta.

Ciri khas kopi Merapi terletak pada teksturnya yang lebih lembut. Selain itu rasanya juga lebih halus. Tekstur itu didapat karena ada campuran abu-abu vulkanik Gunung Merapi.(Atiek Widyastuti H)

Tulis Komentar Anda