Suka Plesir Keluar Negeri, Buruan Instal 'Safe Travel' dari Kemenlu

Foto: Kemenlu

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (14/04/2018) bertempat di Central Park Mall, Jakarta luncurkan aplikasi mobile penunjang keamanan dan perlindungan bagi WNI Safe Travel. Acara yang bertajuk ‘The Safe Travel Fest - Responsibly Fun' ini dibuka oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi bersama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Hadirnya aplikasi ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap WNI yang berada di luar negeri. Sebelumnya Kemenlu juga telah melakukan berbagai upaya seperti mengirimkan SMS alamat dan kontak kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) serta peta lokasi aman di luar negeri.

Aplikasi ini menjadi sangat penting jika menilik data Kemenlu terkait banyaknya WNI yang berada di luar negeri. Total 2.978.446 WNI berada di luar negeri, dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan pekerja migran, sisanya terdiri atas pelajar dan Anak Buah Kapal (ABK). Sementara lainnya berpergian ke luar negeri untuk keperluan wisata, termasuk wisata religi (haji dan umroh).

"Kami memandang penting memanfaatkan teknologi dalam menghadapi situasi keamanan WNI dan TKI yang berada di luar negeri, baik untuk sementara maupun menetap", kata Retno dalam keteranganya kepada media.

Safe travel memiliki beberapa fitur penting sperti informasi 180 negara lengkap dengan tingkat keamanan dan kerawanan masing-masing negara, informasi KBRI, form bagi mereka yang hendak melakukan perjalanan luar negeri, dan terdapat juga fitur tombol darurat ketika WNI sedang dalam keadaan tidak aman agar dapat segera direspon oleh Kemenlu.

Inisiatif Safe Travel sendiri sudah sejak 2016 dan telah tersedia beberapa versi beta. Pada pertengahan 2017 Gamatechno dipercaya untuk membantu pengembangan dan penyempurnaan aplikasi ini hingga akhirnya secara resmi diluncurkan ke masyarakat Indonesia secara luas. 

Gamatechno sendiri memiliki catatan panjang sebagai penyedia solusi eGovernment di Indonesia. Setelah sebelumnya bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk pengembangan PIHPS Nasional serta membantu potensi wisata daerah dan layanan publik dengan platform mCity yang tengah mereka seriusi.

“Sejak 2014 kami definisikan banyak layanan yang kami miliki kedalam Gamatechno Smart City Solution, beberapa sektor penting seperti akademik, pemerintaham, bisnis dan transportasi menjadi fokus layanan kami. Safe Travel tentu saja menjadi catatan baru bagi kami untuk mantapkan posisi di sektor ini”, tutup Muhammad Aditya, direktur utama Gamatechno yang juga hadir dalam acara tersebut. (*)

Tulis Komentar Anda