China Latihan Perang di Selat Taiwan

CHINA, KRJOGJA.com - Presiden China Xi Jinping memerintahkan militer untuk menggelar latihan perang atau live-fire exercise di Selat Taiwan. Latihan yang rencananya berlangsung pada Rabu (18/04/2018) dilakukan sebagai pesan tegas Beijing atas relasi Amerika Serikat dan Taiwan yang kian erat.

Simulasi perang yang melibatkan latihan tembak-menembak dengan amunisi tajam ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan Angkatan Laut China di perairan itu sejak 2015 lalu. Hubungan China dan Taiwan terus merenggang terutama setelah Presiden Tsai-ing Wen menjabat pada 2015 lalu. Di tangan Tsai, Taiwan terus berupaya memerdekakan diri dari China dengan mencoba mendapat pengakuan dari negara lain termasuk AS.

Sejak Trump duduk di Gedung Putih pada Januari 2017 lalu, AS juga terus memperkuat hubungannya dengan Taiwan. Washington dan Taipei bahkan menandatangani perjanjian yang memperbesar peluang bagi pejabat publik keduanya untuk saling berkunjung.

Awal April pemerintahan AS juga sepakat menjual teknologi kapal selamnya kepada Taiwan. Menteri luar negeri AS yang baru, Mike Pompeo, bahkan menekankan pentingnya mempertahankan kebijakan penjualan senjata ke Taiwan saat berbicara kepada Kongres.

Hal itu membuat geram China yang selama ini menganggap Taiwan sebagai wilayah pembangkang. China juga kerap memprotes negara-negara yang memiliki hubungan dengan Beijing tapi juga berupaya menjalin kedekatan dengan Taiwan.

Presiden Xi bahkan tak segan merespons setiap upaya separatis dengan agresi militer. "Latihan ini merupakan peringatan yang sangat berguna terhadap Taiwan dan AS untuk tidak menantang kepentingan China terkait kedaulatannya. Simulasi perang ini juga memperingatkan agar semua pihak tidak melewati batas ketika berhubungan dengan Taiwan," ucap Direktur China Power Project CSIS, Bonnie Glaser. (*)

Tulis Komentar Anda