Jateng Editor : Ivan Aditya Selasa, 17 April 2018 / 05:12 WIB

JELANG MUSKERWIL DI PURBALINGGA

PWNU Pertegas Sikap Independen

SEMARANG, KRJOGJA.com - PWNU Jawa Tengah akan menguatkan sikap independensinya dengan menjaga jarak yang sama terhadap semua kekuatan politik praktis termasuk dalam ranah pilkada di Jawa Tengah. Sikap politik tersebut akan disampaikan pada Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang akan diselenggarakan Jumat - Minggu (20-22/-4/2018) mendatang di Purbalingga.

“Mengingat saat ini momentum tahun politik maka PWNU Jateng berkewajiban untuk memberikan pencerahan politik secara benar kepada masyarakat khususnya warga NU di provinsi ini untuk menjaga jarak yang sama dengan semua kekuatan politik termasuk pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah,” tegas Ketua PWNU Jateng Dr Abu Hapsin PhD kepada KRJOGJA.COM usai diterima Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko di ruang kerjanya, Senin (16/04/2018).

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Saat menerima pengurus PWNU Jateng, Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko Msi menegaskan, respons dan dukungannya terhadap pelaksanaan muskerwil dan menyatakan kesanggupan untuk hadir. Abu Hapsin didampingi sejumlah pengurus harian menegaskan, secara organisasi PWNU Jateng tak memiliki kapasitas untuk dukung mendukung salah satu pasangan calon kepala daerah ataupun pasangan calon presiden-wakil presiden. Tetapi secara perorangan, anggota NU memiliki hak politik untuk menentukan pilihannya.

"Ya, kita serahkan sepenuhnya kepada warga NU sesuai pilihan masing-masing. Tak akan ada instruksi untuk memilih pasangan calon tertentu,” tegasnya.

Dalam Muskerwil mendatang, PWNU Jateng akan berkomitmen untuk membangun kemandirian, maka tema yang diusung ‘Meneguhkan Komitmen Kemandirian NU Jawa Tengah Menyongsong Seabad NU’. Najahan menambahkan, muskerwil menjadi ruang strategis terkait tantangan dan problem yang dihadapi NU di bidang kemasyarakatan dan kebangsaan. Problem tersebut bakal dipetakan sekaligus dicarikan solusinya melalui muskerwil.

“NU secara terus menerus harus konsolidasi diri dan menyusun agenda-agenda strategis dalam memperkuat komitmennya mewujudkan Indonesia yang bersih dan bermartabat,” tegasnya.

Ketua PWNU Jawa Tengah, Abu Hapsin, mengatakan, kemandirian tak berarti mengabaikan sinergi. Bekerja sama dengan multipihak tetap dibutuhkan,mengingat tantangan yang dihadapi NU semakin berat. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, NU dituntut menjaga independensi.

Dinamika NU sebagai organisasi keagamaan yang besar, kata Abu, tak bisa dilepaskan dari konstelasi sosial, budaya, ekonomi dan politik. Respons terhadap kondisi tersebut mutlak dibutuhkan.

“Maka, muskerwil akan menjadi wadah memperbincangkan kebangsaan. Warga NU diharapkan turut mengambil peran sesuai kapasitasnya masing-masing,” terangnya. (Isi)