Wisata Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 16 April 2018 / 20:58 WIB

IKUT PAMERAN MUSEUM SE-INDONESIA

RCB Dahor Kenalkan Sejarah Balikpapan

HANYA segelintir orang yang tahu sejarah Kota Minyak Balikpapan karena belum banyak terekspos ke luar. Minimnya wadah untuk bernostalgia jadi salah satu sebab. 

Padahal, Balikpapan merupakan kota yang penting di era perang dunia II karena sebagai penghasil minyak. Terutama Indonesia. Baru pada 2016, masyarakat bisa mengenal sejarah kota jajahan Belanda dan Jepang lebih dalam. Pada tahun ini telah diresmikan Rumah Cagar Budaya Dahor. 

Rumah panggung yang awalnya merupakan hunian untuk karyawan Pertamina yang dinas di Balikpapan di sulap menjadi sebuah museum. Di dalam rumah yang terletak di Jalan Dahor terpampang potret hitam putih yang tersusun rapi.

Koleksi foto yang dipajang di dalam menggambarkan kondisi Balikpapan saat mulai berdiri ratusan tahun lampau. Kilang minyak tua hingga lokasi-lokasi yang kini telah berubah tergambar apik dalam foto-foto yang dipajang di dinding partisi.  Nuansa vintage semakin kental karena barang-barang kuno yang juga dipajang.  Cerita sejarah Kota Balikpapan itu pun akan dibawa ke nasional karena Pemkot Balikpapan mendapat kesempatan terlibat dalam pameran meseum se-Indonesia yang ke-6.

Region Manager Com & CRS Pertamina Kalimantan Yudy Nugraha mengatakan, dalam event tahunan yang dihelat di Taman Mini Indonesia Indah, RCB Dahor diundang sebagai perwakilan Balikpapan. Undangan ini tidak lepas dari peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan yang mengusulkan RCB Dahor sebagai perwakilan Balikpapan.

“Ini sebuah kebanggan Pertamina karena dapat mengantarkan RCB Dahor ke event skala nasional. Harapannya, pusat sejarah Balikpapan ini dapat dikenal ke khalayak luas,” ucapnya Senin (16/4).

Pada pameran museum seluruh Indonesia ini, RCB Dahor akan membawa koleksi foto-foto koleksi yang ada. Menariknya, booth yang dibuat selama pameran (19-22 April) nanti akan dibuat seperti di RCB Dahor. Rumah replikan akan dibuat semenarik mungkin. "Paling tidak, pengunjung bisa kami ajak bernostalgia melihat Balikpapan masa lampau," tuturnya.

Sebagai informasi, acara pameran tersebut digelar dalam rangka ulang tahun TMII ke 43. Adapun, rangkaian acara mulai dari workshop, demonstrasi, talkshow, dan pertunjukan seni. Lokasi kegiatan akan dilaksanakan di Gedung Sasana Kriya, TMII.

Ketua Pengurus RCB Dahor Didiek Anggrat juga merasa bangga bisa memperkenalkan sejarah Balikpapan di kancah Nasional. "Dari event ini, paling tidak bisa menarik kunjungan RCB Dahor lebih banyak lagi. Bagi saya sejarah ini patut dilestarikan. Bukan hal yang harus dikubur," tuturnya. (Fon)