Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Senin, 16 April 2018 / 09:50 WIB

PAN Siap Pasang Badan Jika Amien Rais Dipolisikan

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ucapan Amien Rais dituding mendikotomi Partai menjadi dua bagian.  Yang satunya merupakan partai Allah dan yang lainnya adalah partai Setan.

Ucapan Ketua Penasihat Alumni 212 ini, rencananya diperkarakan ke Polda Metro Jaya oleh tim Cyber Indonesia.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Anggota Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo  menegaskan, ucapan Amien Rais sama sama sekali tidak mendikotomikan partai-partai di Indonesia ke dalam Partai Allah vs Partai Setan.

“Bahkan setelah selesai taushiyah ba’da salat subuh tersebut, ketika ditanya lebih lanjut, Pak Amien menjawab: Saya enggak katakan begitu,” ulas Drajad mengutip ucapan Amien Rais kepada wartawan, Minggu (15/4/2018).

Pernyataan itu dilontarkan Amien Rais usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018) pekan lalu.

Drajad menjelaskan, bukan partai yang dimaksud Amien Rais melainkan cara berpikir untuk Allah dan yang diikuti setan. “Gelombang pro setan merugi, gelombang besar yang didikte kehendak Allah pasti menang,” terang Drajad.

Drajat menambahkan, rujukan Amien Rais adalah kata hizballaah yang lawannya hizbasy-syaithon. Dua kata ini dalam konteks tauhid Islam sesuai Alquran.

“Mereka yang rajin membaca Alquran akan mudah sekali memahami isi taushiyah Pak Amien tersebut. Karena, hizbullah dan hizbusy-syaithon itu memang bahasa Alquran,” terang Drajad lebih lanjut.

Dengan penjelasan ini, menurut dia, sama sekali tidak ada dasar bagi siapapun untuk melaporkan Amien Rais ke kepolisian atas tuduhan apapun terkaittaushiyahnya.

“Saya yakin, jika bertindak profesional dan cermat, pihak Polri (khususnya Polda Metro Jaya) akan berpandangan sama,” tegasnya.

Drajad pun menasihati pihak yang melaporkan Amien Rais, dalam hal ini Cyber Indonesia, untuk mencermati fakta hukumnya dengan teliti.

“Jangan sampai anda menafsirkan ucapan Pak Amien terlalu jauh, sehingga malah memfitnah Pak Amien. Itu yang justru melanggar hukum,” imbuhnya.

PAN sendiri, lanjut Drajad, untuk sementara masih melihat perkembangannya. “Tapi kami tidak menutup kemungkinan untuk melakukan langkah hukum balasan,” tukas Drajad.(*)