Ekonomi Agregasi    Kamis, 12 April 2018 / 15:42 WIB

Harga Rumah Naik, Pertumbuhan Ekonomi Terhambat

JAKARTA, KRJOGJA.com - Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa 10 April 2018, memperingatkan bahwa kenaikan sinkronisasi dalam harga rumah di seluruh dunia akan meningkatkan risiko-risiko perlambatan ekonomi.

Studi IMF terbaru menemukan bahwa harga-harga rumah bergerak bersama-sama di seluruh negara dan kota-kota global utama, tanda lebih lanjut dari integrasi pasar keuangan yang semakin berkembang. Penelitian ini termasuk dalam bab analitisnya dari Laporan Stabilitas Keuangan Global andalannya, yang akan dirilis minggu depan.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Menurut penelitian, tingkat bunga ultra-rendah di ekonomi-ekonomi utama dan pemulihan ekonomi sejak krisis keuangan global, memberikan dorongan untuk sinkronisasi peningkatan harga rumah.

Selain itu, orang-orang kaya dan investor-investor institusional, seperti perusahaan-perusahaan ekuitas swasta dan Real Estate Investment Trusts, telah meningkatkan investasi mereka secara global, yang juga mendorong kenaikan harga rumah di kota-kota besar.

"Semua ini menunjukkan bahwa harga-harga rumah mulai seperti harga aset-aset keuangan, seperti saham dan obligasi, yang dipengaruhi oleh investor di tempat lain di dunia," kata IMF, Rabu (11/4/2018).

"Akibatnya, pasar perumahan di satu negara lebih sensitif terhadap perubahan di negara lain," katanya. (*)