DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 11 April 2018 / 15:58 WIB

Armada Tangki di Saptosari Tiga Tahun Mangkrak

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Sudah tiga tahun terakhir ini Kecamatan Saptosari tidak lagi mendapatkan alokasi droping air, menyusul wilayah itu sudah terbebas dari kekeringan. Armada tangki masih mangkrak di kecamatan, meskipun sudah dikembalikan ke Pemda Gunungkidul.

”Kami sudah tidak lagi droping air, karena seluruh dusun di 7 desa sudah terjangkau jaringan air minum PDAM, sehingga tidak dianggarkan untuk droping,” kata Camat Saptosari Jarot Hadiatmojo SIP MSi.

Jarot mengakui masih ada rumah tangga yang belum memasang SR PDAM karena alasan ekonomi, namun dengan adanya pemasangan jaringan air murah dari PDAM dengan mendapatkan subsidi dari Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR, maka diharapkan seluruh rumah tangga segera memasang SR dan menjadi pelanggan PDAM. Jarot berharap untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan jatuh mulai Mei 2018 yang akan datang, PDAM Tirta Handayani mulai mempersiapkan sarana dan prasarana sehingga tidak akan lagi terjadi penggiliran atau penjadwalan distribusi air.

Sementara itu menurut Kepala BPBD Gunungkidul Edy Basuki, pihaknya sudah melakukan persiapan penanggulangan bencana kekeringan 2018 ini. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul lewat BPBD telah menyiapkan dana Rp 638 juta untuk melakukan penanggulangan darurat dengan droping air selama 5 bulan. Demikian juga di sejumlah kecamatan juga dialokasikan dana antara Rp 60 juta sampai Rp 70 juta.

Bulan ini BPBD segera melakukan koordinasi dengan kecamatan yang wilayahnya masih dilanda kekeringan, untuk menentukan peta wilayah dan cakupan wilayah kekeringan yang akan dihadapi. ”Kami akan segera koordinasi dengan camat untuk memetakan wilayah dan menentukan cakupan droping air,” ujar Drs Edy Basuki.

Alokasi dana yang ada di BPBD untuk penanggulangan kekeringan untuk melayani wilayah kekeringan yang tidak dicakup oleh kecamatan meliputi Kecamatan Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Panggang, Purwosari dan Gedangsari. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Saptosari mulai 2016 lalu sudah bebas kekeringan karena seluruh dusun sudah terjangkau pipa air minum PDAM dan sudah teraliri.

BPBD Gunungkidul juga akan berkoordinasi dengan PDAM Tirta Handayani, terkait wilayah yang sudah tersambung jaringan dan sudah dialiri air, sehingga akan mengurangi beban BPBD dan kecamatan untuk melakukan droping. Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Purwanto ST berharap kepada BPBD untuk mempersiapkan secara matang terhadap wilayah yang masih membutuhkan bantuan air.

Jika masyarakat sudah meminta untuk dilayani agar segera dilakukan. Kepada PDAM Tirta Handayani, juga diharapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan menyusul dengan adanya perubahan tarif air sejak Maret 2018 lalu.

”Masyarakat pelanggan air tidak mempersoalkan tentang kenaikan tarif asalkan pelayanan ditingkatkan, seperti tidak macet, atau digilir dan kualitas airnya juga perlu diperhatikan,” pinta Purwanto.

Bagi wilayah yang sudah terpasang pipa sejak puluhan tahun dan hingga kini belum teraliri air, hendaknya segera dipetakan dan segera dialiri air, karena pada dasarnya debit air di sejumlah sumber air mencukupi untuk kebutuhan sebagian besar masyarakat Gunungkidul. (Awa)