Geger! Ditemukan Fragmen Struktur Candi di Lereng Gunung Sindoro

Fragmen struktur bangunan candi yang ditemukan. (Foto: Zaini A)

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Seorang petani, Sukro menemukan fragmen struktur bangunan candi di areal persawahan lereng Gunung Sindoro di Dusun Candi, Desa Candisari, Kecamatan Bansari saat tengah mencangkul untuk penanaman holtikultura. Pemerintah Kabupaten Temanggung telah meminta warga untuk menghentikan aktivitas sambil menunggu keputusan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Didik Nuryanta mengatakan fragmen struktur bangunan candi yang ditemukan di areal persawahan itu antara lain bebatuan berornamen yang jumlahnya sekitar 42 buah.

"Sejumlah batu ada reliefnya. Di areal itu juga ditemukan kemuncak candi," kata Didik, Selasa (3/4/2018) petang.

Dia mengatakan bebatuan masih banyak yang didalam tanah dan belum diangkat. Batu-batu itu diminta pemkab untuk dibiarkan guna menjaga keamanan, sebab jika telah terbuka dimungkinkan akan rusak oleh alam atau tangan jahil dan hilang.

Disampaikan komponen candi yang ditemukan itu sebagian punya hiasan kala dan hiasan motif bunga. Tetapi karena baru sebagian yang diangkat, sehingga belum dapat ditentukan rilief yang lain membentuk gambar apa, termasuk menafsirkannya.

Dikemukakan Kamis (29/3/2018) lalu seorang petani, Sukro mencangkul di lahan milik H Surono di Dusun Candi. Saat mencangkul itu cangkulnya membentur batu, setelah di teliti ternyata batu tersebut menyerupai bantu candi. Rupanya tidak hanya satu, melainkan masih banyak lagi. Melalui perangkat lantas melaporkannya pada Dinas kebudayaan dan Pariwisata.

Pihaknya, terang Didik, sudah datang ke lokasi temuan untuk kemudian mendata jumlah bebatuan termasuk jenis dan ornamen yang ada. "Kami lalu menginformasikan tentang temuan itu pada BPCB dan Balai Arkeologi," katanya.

Disampaikan kedalaman bebatuan tersebut sekitar 1 meter dibawah tanah. Karena diduga masih banyak, warga diminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk menghentikan akivitas. Tidak ada lagi penggalian untuk mengangkat bebatuan. Ini untuk mengamakan posisi dan bebatuan dari tangah jahil dan akibat cuaca.

Sedangkan benda yang sudah terangkat, disampaikannya, lantas dipindahkan ke  shelter milik pemkab yang berada tidak jauh dari lokasi ditemukan. "Kami meminta aktivitas penggalian di hentikan sambil menunggu jawaban dari BPCB," katanya. (Osy)

Tulis Komentar Anda