Banyak Pemandu Wisata di Gunungkidul Belum Bersertifikasi

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Perkembangan sektor pariwisata di Kabuparen Gunungkidul terus terjadi tetapi belum diimbangi dengan standardisasi pelayanan, khususnya pemandu wisata yang memadai. Saat ini terdapat kurang lebih 600 pemandu wisata yang tersebar di seluruh destinasi wisata minat khusus maupun wisata baru. Tetapi dari jumlah tersebut, ternyata masih banyak yang tidak memiliki sertifikasi maupun lisensi.

“Dari ratusan pemandu wisata ada lima puluh persen lebih belum memiliki standardisasi dan lisensi pemandu wisata,” kata Ketua Asosiasi Pemandu Wisata Gunungkidul, Sukriyanto.

Ketentuan sertifikasi dan legalitas (lisensi) tersebut diperlukan dalam menunjang profesi sebagai pemandu wisata. Sementara untuk pemandu wisata yang berlisensi di Gunungkidul baru ada kurang dari 25 orang. Ada dua jenis lisensi yakni untuk berwarna kuning dan hijau. “Baru ada beberapa yang memiliki izin memandu di lingkup DIY bahkan luar daerah,” imbuhnya.

Terkait dengan ketatnya sertifikasi pemandu wisata, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Gunungkidul untuk mendorong agar para pemandu melakukan sertifikasi demi kepentingan bersama. Apabila para pemandu memiliki sertifikasi, tentu juga akan memberi nilai tambah dan menjadikan para wisatawan merasa lebih aman dan terlindungi.

Diakui memang ada kuota sertifikasi dari pemerintah namun jumlahnya belum sesuai dengan harapan. Berbagai sosialisasi mengenai kewajiban dalam hal ketentuan wajib bagi pemandu wisata untuk memiliki sertifikasi maupun lisensi sudah dilakukan. Namun hasilnya pun masih belum maksimal, kesadaran pemandu untuk mengurus dokumen penting ini pun juga masih minim. (Bmp)

Tulis Komentar Anda