Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 15 Maret 2018 / 00:40 WIB

Jalani Putusan PK, Rina Iriani Bayar Lunas Rp 8,3 Miliar


KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Terpidana kasus korupsi Griya Lawu Asri (GLA) Rina Iriani Sri Ratnaningsih membayar denda Rp 500 juta dan uang pengganti Rp 7.873.491.200 ke negara. 

Dia menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) kasus korupsi Bupati Karanganyar periode 2003-2008 dan 2008-2013 ini. Pembayaran uang denda dan pengganti tersebut berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, Rabu (14/03/2018). Uang miliaran rupiah itu diantar dua pengacaranya dari kantor hukum Bonafentura Loly & Associates, yakni Bonafentura WP, Loly dan Peter Sahanaya. 

Seorang putra mantan orang nomor satu di Pemkab Karanganyar ini juga terlihat bersama mereka.  Dari Rp 8,3 miliar, ternyata Rina telah  membayar uang pengganti dari barang yang dirampas beberapa waktu lalu Rp 1.482.744.000. Karena itu, pembayaran kali ini tersisa Rp 6.980.747.200. Utusan Rina tersebut menyetor secara tunai ke kejaksaan dengan dikawal anggota Polres dan pimpinan Bank BRI Karanganyar. 

Pengacara terpidana, Bonafentura W. P. Loly mengatakan pembayaran denda dan uang pengganti mengakhiri eksekusi kliennya, Rina Iriani Sri Ratnaningsih. Ia mengutip putusan PK Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 135 PK/Pid.Sus/2017 tanggal 15 November 2017 bahwasanya Rina wajib membayar denda Rp 500 juta dan uang pengganti Rp7.873.491.200. Pengabulan PK itu menjadikan vonisnya 9 tahun penjara dari sebelumnya di tingkat kasasi 12 tahun penjara. 

MA juga memutuskan denda Rp 500 juta dari sebelumnya Rp 1 miliar dan uang pengganti Rp 7,87 miliar dari sebelumnya Rp 11,8 miliar. "Ini menjawab putusan PK. Kekurangan Rp 6.890.747.200 sudah dibayar lunas, katanya. 

Kepala Kejari Karanganyar, Suhartoyo didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Hanung Widyatmaka mengatakan pihaknya mengeksekusi putusan MA terkait dikabulkannya PK kasus korupsi Rina. Kepada Rina, Kejari Karanganyar menyampaikan pilihan pembayaran uang ke negara atau menjalani hukuman subsider tiga bulan kurungan penjara. 

"Ternyata yang bersangkutan memilih bayar. Uang denda dan pengganti sudah kami terima tak kurang maupun lebih. Jumlahnya sesuai putusan berkekuatan hukum," katanya. (Lim)