Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 14 Maret 2018 / 19:45 WIB

Militer Rusia Pesan Kapal Produk Banyuwangi


BANYUWANGI,KRJOGJA.com — Banyuwangi selain dikenal sebagai kabupaten berbasis pariwisata, ternyata memiliki potensi sebagai daerah tempat pembuatan kapal canggih. 

Industri perkapalan Banyuwangi bahkan sudah mendapat pengakuan dunia, dengan diekspornya kapal-kapal ke berbagai Negara oleh perusahaan produk lokal
Salah satu contohnya, dibuktikan oleh produsen kapal berteknologi tinggi yang berebasis di Banyuwanti, yakni PT Lundin Indyustri. 


Perusahaan galangan kapal ini mengekspor kapal RIB (rigit inflatable boat) buatanya ke Rusia. Kapal yang akan digunakan untuk keperluan militer Rusia tersebut, telah berhasil diujicoba di Selat Bali pada Senin (12/03/2018). Ikut dalam sea trail kapal jenis carbotech itu, antara lain Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan direktur PT Lundin Industry, John Lundin.

John Lundin mengatakan, kapal itu mempunyai lambung 38 feet. Dengan ukuran lambung tersebut, kapal berteknologi tinggi ini diklaim sebagai produksi kapal tercepat di Indonesia, bahkan Asia.

"Kelebihannya, kecepatannya mencapai 85 knots (160 km/jam) dan dirancang mampu menahan kekuatan di atas G7 (gravitasi 7). Saat ini yang tercepat di Indonesia, bahkan mungkin Asia," kata Lundin.

Rusia memesan kapal buatan pabrikan Indonesia ini sebanyak tujuh unit kapal dan, saat ini lima kapal telah dikirim ke negeri Beruang Merah tersebut. “Yang diuji coba adalah kapal keenam. Khusus kapal keenam dan ketujuh kecepatannya 85 knot, di atas kecepatan lima kapal yang kami kirim sebelumnya 50-60 knot,” jelas Lundin.

Lundin menambahkan, dua model kapal carbotech lainnya produksi Lundin juga telah digunakan untuk operasi militer di Swedia dan Rusia. “Kami banyak menerima pesanan kapal untuk militer, seperti dari Bangladesh, Hongkong, Malaysia, Brunei, Singapura,” jelasnya.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, ekspor ini membuktikan industri kapal dalam negeri punya daya saing tinggi di kompetisi global. “Ini sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Jokowi,” ujarnya.

Anas optimistis, peluang industri perkapalan semakin terbuka lebar di Banyuwangi sekaligus diharapkan bisa menggerakkan perekonomian lokal. Dia mencontohkan pengembangan dermaga kapal pesiar yang digarap anak perusahaan BUMN di Pantai Boom, Banyuwangi.

Dengan investasi marina di Pantai Boom yang bakal menyedot kapal pesiar, ada potensi bisnis pemeliharaan dan penyimpanan kapal (docking). Selama ini, kebanyakan kapal pesiar melakukan docking dan pemeliharaan penunjangnya di Surabaya dan Bali.

"Nah ke depan (docking) harus bisa di Banyuwangi. Bisa semakin menambah penyerapan tenaga kerja, membikin perputaran ekonomi baru di sini,” ujar Anas. (Imd)