BOS Telat, Sekolah Utang Adakan UN

Istimewa

JAKARTA, KRJOGJA.com - Banyak sekolah yang berhutang untuk pembayaran operasional Ujian Nasional (UN). Hal itu dikarenakan terlambatnya ,pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke sekolah.

"Keterlambatan pencairan dana BOS di Triwulan 1 ini terulang ,artinya sekolah negri itu,harus mengajukan dulu ke dinas,kemudian dinas mengajukan ke Pemda untuk mencairkan dana BOS,kemudian lgsung ditransfer dulu," kata Dirjen Dikdasmen Kemdikbud Hamid Muhammad kepada wartawan.

Dia menjelaskan Kemdikbud sudah melakukan komunikasi (kontak) Kemdagri agar dana BOS segera di cairkan. Jalan keluar yang pertama kalau untuk jenjang SMA/SMK masih boleh memungut, jadi sementara menggunakan dana pungutan itu,setelah jelas Hamid.

Kepala BSNP Bambang Suryadi mengatakan Ujian Nasional  (UN) siap digelar 8,1 Juta Peserta dengan 78 Persen Berbasis Komputer dengan 96 ribu satuan pendidikan.  “Sebanyak 78 persen peserta didik siap mengikuti UN berbasis komputer (UNBK). Jumlah peserta  UNBK tahun ini meningkat signifikan dari penyelenggaraan tahun lalu,” ujarnya.

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud mencatat sebanyak 6.293.552 peserta didik siap mengikuti UNBK. Jumlah ini meningkat signifikan, mencapai 166 persen dari tahun sebelumnya, yang mencapai 3,7 juta peserta. Kemendikbud  mengapresiasi peran serta pemerintah daerah dalam penyelenggaraan ujian nasional tahun ini. 

Provinsi yang siap menyelenggarakan 100% UNBK pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK), yaitu provinsi Aceh, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, D.I. Yogyakarta, D.K.I. Jakarta, Gorontalo dan Jawa Barat.

"UNBK telah terbukti efektif meningkatkan indek integritas dalam pelaksanaan UN. Tantangan kita berikutnya adalah meningkatkan prestasi dan capaian dalam UN. Untuk itu perlu ada perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran,” diungkapkan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi. (Ati)

Tulis Komentar Anda