Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 14 Maret 2018 / 17:20 WIB

SISTEM ONLINE

Pemasaran Tas Nilon dan Kulit Meningkat

SEMARAK jual beli daring (online) banyak mempengaruhi kebiasaan konsumen ketika berbelanja. Jika dulu pasar, toko, mal ramai didatangi kunjungan orang buat berbelanja.Namun, adanya kemudahan transaksi pemesanan lewat online membuat sebagian pembeli merasa tak lagi perlu menyempatkan belanja ke kios untuk mendapatkan barang yang bisa dipesan melalui ponsel pintar atau melalui media sosial.

Tetapi pengaruh media online belum begitu dirasakan oleh mereka yang punya langganan tetap. Diakui Tutik, pedagang tas kulit dan nilon yang buka toko di Pasar Beringharjo Tengah, para pelanggan setia masih suka datang ke toko biarpun Tutik juga membuka promo aneka model tas melalui akun instagram-nya.

"Para reseller kami banyak yang jualan lewat media sosial. Tetapi taki sedikit pedagang dengan pembelian besar menyempatkan datang kulakan ke toko,” ujar Tutik yang dibantu Krisna Ari Wibowo khusus menangani pembuatan instagram, medsos dan WA Larissa Craft milik Tutik.

Dituturkan Krisna tren tas kulit sempat sedikit meredup dan tas rajut nilon untuk beberapa pasar luar pulau justru bertambah pesanan. Pasar Jambi, Aceh dan Papua tergolong tinggi permintaan tas rajutan benang nilon.

"Mungkin karena harga tas nilon lebih terjangkau kisaran Rp 200 ribu sehingga peminatnya banyak. Sementara tas kulit lebih tinggi antara Rp 300 ribu sampai Rp 1,2 juta. Tetapi setelah didukung pemasaran pakai instagram, ternyata tas kulit memperlihatkan tren peningkatan permintaan pesanan lagi," terang Krisna. 

Guna menarik pembeli sejumlah kiat dilakukan Krisna dalam memaparkan produk tas. Selain menampilkan ragam corak dan model terkini, harga pun turut disampaikan lewat instagram.

Menurut Tutik yang juga Ketua Paguyuban Pasar Beringharjo Tengah (Padang Sumringah), tokonya di Pasar Beringharjo ramai kunjungan saat libur tanggal merah khususnya di hari Jumat. Libur tanggal merah hari Jumat membuat waktu tinggal wisatawan di Yogya lebih panjang sehingga wisatawan punya kesempatan berbelanja ke Beringharjo.

"Pembeli sangat teliti. Di Beringharjo kan kebanyakan memberi harga grosir jadi lebih suka datang langsung bila mana memang ada kesempatan berkunjung ke Yogya. Jika tidak  datang langsung barulah pesan melalui online dengan lebih dahulu memantau harga dan model tas di instagram maupun medsos kita,” pungkas Tutik. (*)