Jateng Editor : Ivan Aditya Rabu, 14 Maret 2018 / 17:11 WIB

22 Ribu Warga Temanggung Belum Miliki E-KTP

TEMANGGUNG, KRJOGJAcom - Sebanyak 22.068 warga yang telah memiliki hak untuk mencoblos pada Pilkada 2018 belum rekam E-KTP dan memiliki Surat Keterangan (Suket). Mereka terancam dicoret dari daftar pemilih bila sampai hari pencoblosan tidak juga rekam E-KTP dan mempunyai suket, sebagai syarat utama bisa mencoblos.

"Rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran  (DPHP) ditetapkan jumlah daftar pemilih sementara (DPS) berjumlah 598.200," kata Komisioner KPU Temanggung dari Divisi Data Agus Istanto, Rabu (14/03/2018).

Dia menyampaikan itu usai rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran  (DPHP)  dan penetapan daftar pemilih sementara (DPS)  pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Temanggung. Dia merinci dari 22.068 pemilih tersebut 14 ribu diantaranta dipastikan belum memiliki E-KTP dan suket, sedangkan 8.000 masih diragukan apakah memiliki E-KTP dan Suket.

Maka itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk memastikan, serta yang belum E-KTP dan Suket segera perekaman. " Jangan sampai hak-hak mereka hilang," katanya.

Dia menyampaikan menjadi tanggung jawab bersama semua pihak baik penyelenggara maupun paslon dan tim kampanye untuk menghimbau pada warga tersebut segera rekam data kependudukan. Disdukcapil sendiri memastikan ada 7000 pemilih pemula yang akan disisir karena semuanya itu adalah pelajar.

Ketua KPU Temanggung Sudjatmiko mengatakan dari pemilih jumlah 598.200 itu terinci 297.314 laki-laki dan 300.886 perempuan. Pemilih terbanyak di Kecamatan Temanggung berjumlah 60.634, sedangkan tersedikit di Kecamatan  Selopampang sebanyak 15.097 pemilih. Kecamatan lainnya, seperti Bulu (36.572), Kandangan (39.252), Kedu (44312) dan Jumo (23578).

Disampaikan pada pengumuman DPS untuk 4 digit terakhir NIK dan KK akan diganti bintang, ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan. Hal itu juga sesuai dengan perintah KPU RI dan himbauan Kemendagri.  "Namun untuk ke Capil tentu akan lengkap dengan NIK dan KK," katanya. (Osy)