Organisasi Pers Awindo Rembang Jadi Sorotan

REMBANG, KRJOGJA.com - Sejak reformasi bergulir, organisasi pers terus menjamur. Padahal Pemerintah hanya membatasi hanya ada tiga organisasi pers yang diakui yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) serta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Di wilayah Kabupaten Rembang sudah hampir setahun ini bercokol organisasi pers Asosiasi Wartawan Indonesia (Awindo). Awidno Cabang Rembang didirikan dengan menginduk ke Awindo Jawa Tengah dan Pusat.

Menurut keterangan sejumlah wartawan di Rembang, Awindo Rembang banyak diisi oleh wartawan mingguan namun banyak juga yang menjadi anggota Awindo bukan pekerja pers. "Saya sendiri bingung, saat saya diminta masuk oleh Ketua Awindo Rembang untuk bergabung. Setelah saya masuk ternyata anggotanya beragam, ada yang anggota LSM, ada juga perangkat desa bahkan ada pula pedagang," kata Sugito yang aktif menulis di koran mingguan dan media online, Rabu (14/03/2018).

Buntut dari keresahan terjadi saat Selasa (13/04/2018) kemarin tim dari Awindo Rembang yang diketuai Zainur Rohom menghadap Bupati Rembang Abdul Hafid untuk mengklarifikasi pengadaan seragam batik bagi PNS di Rembang dan tengah diaudit oleh tim BPK. ‘Pasukan’ Awindo diterima Kabag Humas Pemkab Rembang Kukuh Purwasana, pejabat pembuat komitmen soal pengadaan seragam Edy Handoyo dan Kepala Inspektorat Daerah Drs Fakhrudin.

Kabag Humas Setda Kukuh Purwasana sendiri mengaku selama bertugas di bagian humas tidak menerima berkas, akte pendirian dan aktifitas organisasi pers dimaksud. "Saya sendiri kaget dan heran, kok di Rembang ada organisasdi pers Awindo dan ketuanya dari LSM," jelas Kukuh.

Pernyataan senada disampaikan Ketua PWI Rembang Jamal AG. Menurutnya Awindo Rembang merupakan organisasi pers ilegal dan pergerakannya patut diwaspadai dan dicurigai karena menampung anggota yang bukan pekerja pers.

Terpisah Ketua Awindo Rembang Zainur Rohim yang berkantor di Jalan Pemuda Rembang bersikukuh jika Awindo legal dan memiliki AD/ART sekaligus memiliki kantor pusat di Jakarta dan kepengurusan Jawa tengah di Semarang. "Jadi kalau mempersalahkan Awindo Rembang tolong yang di pusat dan Jawa Tengah dibubarkan," kilah Zainur, aktifis LSM di Rembang. (Ags)   

 

Tulis Komentar Anda