Jateng Editor : Ivan Aditya Rabu, 14 Maret 2018 / 16:19 WIB

Tak Kantongi Ijin, Tambang Ilegal Digerebek

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Penambangan pasir dengan alat berat di Dukuh Candirejo, Desa Gatak, Kecamatan Cepogo, ditutup paksa oleh kepolisian karena tak memiliki ijin penambangan. Selama ini, aktivitas penambangan di Boyolali hanya diijinkan untuk penambangan manual saja, yakni penambangan yang tak menggunakan alat berat atau beckhoe.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi melalui Kasat Reskrim AKP Willy Budianto, Rabu (14/03/2018) mengatakan penutupan tambang dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan masyarakat akan adanya aktivitas penambangan menggunakan beckhoe. Setelah melakukan penyelidikan, petugas datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Hasilnya pengelola penambangan tak bisa menunjukkan syarat dan kelengkapan peijinan aktivitas penambangan. Saat digrebeg ada satu bechoe yang sedang beroperasi dan beberapa truk yang menganti untuk pengisian.

"Ada lima orang yang orang yang kami amankan, yakni operator Beckhoe, koordinator, serta petugas pencatat aktifitas pertambangan. Satu orang, yakni koordinator, kami tetapkan sebagai tersangka. sedang lainnya dikenakan wajib lapor," kata Willy.

Selain menganmankan tersangka, petugas juga mengamankan berbagai barang bukti aktivitas penambangan ilegal, diantaranya satu unit Beckhoe, ayakan pasir, dua buku rekapan penjualan dan beberapa bendel nota serta uang tunai sebesar Rp2,1 juta. Aktifitas penambangan ilegal ini melanggar UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Ancamannya tak main-main, yakni kurungan penjara maksimal 10 tahun dan denda Rp 10 miliar. (Gal)