Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Rabu, 14 Maret 2018 / 16:31 WIB

Sungguh Tega, Anggaran untuk Siswa SMK Miskin di Solo Dikorupsi

SOLO, KRJOGJA.com - Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo akhirnya menahan wanita teller sebuah bank di Solo, berinisial NH (45) karena diduga terlibat tindak pidana korupsi (Tipikor) senilai RP 725.500.000 dari dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2016, yakni bantuan dana khusus untuk siswa miskin di Solo yang seluruhnya berjumlah Rp 2 miliar 90 juta, Rabu (15/3/2018).

Modus operandi tersangka NH, tidak seluruhnya dana bantuan  PIP 2016 di Solo yang dialokasikan untuk 41 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan jumlah total anggaran Rp 2 miliar 90 juta disetorkan kepada yang berhak, namun  dikorupsi oleh tersangka sebanyak Rp 725.500.000 digunakan untuk kepentingan pribadinya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari)  Solo, Teguh Subroto didampingi Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Solo, Suyanto, Rabu (15/3/2018) mengatakan tersangka NH dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surakarta dan diperiksa secara intensif. "Untuk sementara tersangkanya baru satu orang," papar Kasi Pidsus.

Suyanto  mengatakan, modus operandi tersangka awalnya menerima berkas permohonan pencairan bantuan dari siswa atau orang tua siswa.
Setelah menerima berkas, tersangka NH lalu menahan berkas berupa persyaratan seperti surat keterangan tidak mampu hingga surat keterangan dari kepala sekolah setempat.

"Penahanan berkas dilakukannya dengan alasan menunggu pencairan dana dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Padahal setelah dana dari Kemendikbud cair, tidak segera diberikan kepada yang berhak namun digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadinya," ujar Kasi Pidsus.

Karena lama tidak cair, sejumlah sekolah menanyakan ke NH, namun dijawab agar sabar menunggu dengan alasan masih diproses di Jakarta. Beberapa orang tua akhirnya melaporkan kejanggalan itu ke Kejari Solo.

“Pihak Kejari Solo mendapatkan informasi kasus korupsi PIP pada bulan November 2017 lalu, karena selalu berbelit-belit dan dikhawatirkan merusak barang bukti (BB) akhirnya NH ditahan Kejari Solo kini dititipkan di Rutan Kelas 1A Solo,” jelas Kasi Pidsus.

Dari hasil pemeriksaan petugas Kejari, tersangka NH mengaku tidak mencairkan seluruh dana bantuan yang diajukan siswa. "Ada sebagian dana yang diambil dan digunakan untuk keperluan pribadi. Rinciannya  sebanyak 1.711  siswa sudah terima bantuan dengan nilai sebesar Rp 364.500.000, sementara, sebanyak 1.039 siswa dari 32 SMK di Solo  tidak menerima bantuan alias dikorupsi tersangka NH, jika ditotal sebesar Rp 725.500.000. (Hwa)