Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 14 Maret 2018 / 13:45 WIB

Kodim 0726 Gerakan Pemberantasan Hama Serentak Bersama Petani

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Kodim 0726 Sukoharjo lakukan gerakan serentak pemberantasan hama yang menyerang tanaman pangan khususnya padi disemua wilayah. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya penyelamatan agar panen melimpah. Hasilnya bisa sebagai tambahan stok pangan lokal dan nasional.

Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakoso, Rabu (14/3) mengatakan, sudah mendengar keluhan dari para petani soal serangan berbagai hama seperti tikus, wereng, penggerek batang dan keong. Kondisi tersebut membuat sejumlah tanaman padi mengalami kerusakan. Meski demikian tidak sampai ditemukan kerusakan parah hingga gagal panen. Hanya ditemukan kerusakan ringan saja.

Kodim 0726 Sukoharjo langsung bergerak cepat dengan melakukan gerakan pemberantasan hama. Personil disebar disemua wilayah terdampak serangan hama untuk melakukan pemberantasan. 

Gerakan pemberantasan hama dilakukan secara bersamaan agar hasilnya maksimal. Dengan demikian maka banyak hama musnah dan tidak lagi menganggu tanaman padi petani.

"Para Babinsa dan anggota Kodim 0726 Sukoharjo sampai ditingkat Koramil sudah diterjunkan membantu dalam program gerakan pemberantasan hama serentak. TNI hadir membantu petani untuk memberantas hama sekaligus mendukung program pemerintah berkaitan dengan program swasembada pangan," ujar Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakoso.

Sasaran pemberantasan dilakukan dengan mengambil titik lahan pertanian atau sawah yang banyak diserang hama. Dilokasi tersebut diharapkan ada pemusnahan hama secara massal. Selanjutnya setelah itu menyebar menyasar ke lokasi lainnya.

Salah satu wilayah yang jadi sasaran gerakan pemberantasan hama yakni di wilayah Kecamatan Mojolaban. Tanaman padi petani disini diserang hama tikus sehingga dilakukan gropyokan bersama antara TNI dengan petani dan dibantu masyatakat lainnya. 

Hasil dari gropyokan tersebut didapati seratusan ekor tikus yang apabila dibiarkan bisa merusak tanaman padi petani. Selanjutnya untuk menjaga tanaman padi agar tidak terserang hama tikus lagi maka akan dilakukan gropyokan serupa setiap berapa hari sekali sesuai kesepakatan petani.

"Paling banyak keluhan petani yakni soal hama tikus dan sudah dilakukan gropyokan bersama," lanjutnya.

Jajaran TNI khususnya Kodim 0726 Sukoharjo juga memberikan pendampingan terhadap petani. Tidak hanya saat menjalankan program pemberantasan hama saja, melinkan juga saat mulai tanam sampai panen.

Pendampingan juga dilakukan saat petani menjual gabah hasil panen. Sebab sudah ada program serap gabah petani (Sergap). Penyerapan dilakukan oleh Bulog dengan didampingi Kodim 0726 Sukoharjo.

Penyerapan gabah dimaksudkan agar petani tidak dirugikan dengan ulah tengkulak yang mempermainkan harga. Selain itu juga sebagai bentuk perlindungan terhadap stok pangan daerah. (Mam)