Usai Upacara Bendera, 52 Motor Siswa Ditahan

Pembinaan dilanjutkan pendataan sepeda motor milik siswa tak ber-SIM. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Polsek Jaten mengamankan 52 unit sepeda motor pelajar salah satu SMP negeri di wilayahnya usai upacara bendera. Cara ini diyakini terapi efektif pengguna kendaraan bermotor belum cukup umur.

"Kami mengisi pembinaan upacara bendera. Anak-anak berkumpul di lapangan. Usai upacara tidak boleh masuk kelas dulu, karena petugas mendata semua sepeda motor di halaman. Kunci motornya diminta. Ini bagian pembinaan juga. Mereka enggak boleh menbawa pulang sepeda motornya asalkan memenuhi syarat," kata Wakapolsek Jaten, Iptu Maryadi kepada KRJOGJA.com, Rabu (14/3/2018).

Sepeda motor itu hanya bisa diambil orangtua murid dengan terlebih dulu menunjukkan STNK dan mengisi surat pernyataan kesanggupan mengantarkan putra putrinya ke sekolah. Selain itu, seluruh siswa pemilik sepeda motor juga wajib mengisi surat pernyataan tidak lagi menaikinya sebelum mengantongi SIM.

"Anak-anak ini di bawah 17 tahun dan tidak ber-SIM, sudah naik motor kesana kemari. Di usianya yang masih remaja, biasanya bermental labil. Efeknya buruk jika emosinya kambuh di jalanan. Itu dapat membahayakan diri dan orang lain. Apalagi kenakalan remaja didukung itu (penggunaan sepeda motor)," katanya.

Ia memastikan itu sekadar pembinaan alias tidak menilangnya. Dari 52 unit yang ditahan, dua diantaranya dimodifikasi tak sesuai spesifikasi ranmor. Di sekolah ini, Maryadi memasukkan sosialisasinya melalui pembinaan di upacara bendera hari Senin. Hal serupa akan dilakukan di SMP lain di wilayahnya.

Selanjutnya, seluruh wali murid yang membawa sepeda motor dipanggil untuk mengambilnya. "Sebelum memiliki SIM, jangan sampai ada siswa yang mengendarai sepeda motor apalagi mobil, baik di sekolah maupun saat di rumah,"ucap Maryadi yang disaksikan para guru.(Lim)

 

Tulis Komentar Anda