DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 14 Maret 2018 / 00:45 WIB

Minta Nasehat Pilkada Jateng Adem Ayem

Ganjar Pranowo Sowan Buya Syafii Maarif

YOGYA (KRjogja.com) - Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Ahmad Syafii Maarif di Grha Suara Muhammadiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan 107 Yogyakarta, Selasa (13/3/2018). Keduanya membicarakan banyak hal terutama soal pertanian yang mulai bergeser ke sistem organik serta bagaimana menciptakan suasana Pilkada Jawa Tengah 2018 yang kondusif. 

"Silaturahmi ini karena saya sejak lama sudah janji ke beliau (Buya Syafii) mau 'Sowan' dan baru kali ini terealisasi. Intinya minta saran agar Pilkada kita adem, bermutu, menyenangkan dan tidak galak," terang Ganjar kepada wartawan usai pertemuan. Turut mendampingi Ganjar, Dirut Bank Jateng Supriyatno.

Ganjar mengaku mendapat banyak nasehat dari Buya Syafii. Terkait Pilkada Jateng, menurut Ganjar tidak perlu dibuat seram, dengan terus menjaga persatuan masyarakat agar tidak terbelah. Disinggung soal situasi Jawa Tengah jelang Pilkada, Ganjar mengatakan, suasananya relatif adem ayem. Masing-masing pasangan calon juga berkomitmen berkontestasi secara fair dan bersih. "Suasananya saat ini Jateng banget, apalagi masyarakat Jateng punya unggah-ungguh sehingga bisa menghormati perbedaan," ujar Ganjar.

Hanya saja Ganjar mengkhawatirkan persaingan di dunia maya yang masih sangat vulgar dengan banyaknya akun anonim yang membuat berita hoax dan provokatif. Menurut Ganjar perlu ada pihak yang membantu meluruskan berita hoax, disamping pemberian hukuman sosial bagi penyebar hoax di media sosial. "Sampai saat ini belum ketemu caranya menangkal hoax, sehingga yang terpenting ketika mendapat berita adalah melakukan konfirmasi (tabayun) agar hoax tidak menyebar kemana-mana," kata Ganjar.

Ganjar sendiri mengaku punya pengalaman soal berita hoax, saat akun medsos 'Ganjar Dua Periode' justru banyak memposting konten-konten yang isinya menjelek-jelekkan pasangan calon nomor urut 2. Ia pun protes dan melaporkan ke Cybercrime Polri. "Kalau sudah fitnah tidak bisa ditolerir lagi dan harus ada tindakan," katanya. Dari survei terakhir yang dilakukan salah satu lembaga survei nasional, elektabilitas Ganjar Pranowo di angka 79 persen.

Buya Syafii mengatakan, tidak ingin memihak salah satu pasangan calon, karena keduanya sama-sama teman dekat. Survei tinggi yang dikeluarkan salah satu lembaga survei, membuktikan bahwa rakyat Jateng sudah menentukan pilihan. Buya hanya berpesan, proses Pilkada harus fair, tidak ada black campaign dan jangan seperti Pilkada DKI Jakarta yang polarisasinya sangat tajam sampai ke pelosok yang sangat merusak demokrasi dan martabat bangsa.

"Bertandinglah dengan baik, berdemokrasilah dengan tenang dan santai dan jangan bertopeng. Katakan hitam adalah hitam dan putih adalah putih," pesan Buya. Terkait berita hoax, Buya menilai penyebar hoax hanya menzolimi diri sendiri. "Penyebar hoax itu seperti buih di lautan yang tidak bertahan lama. Kalau pelakunya sudah sadar pasti dia akan menyesal," katanya.

Buya juga berpesan supaya Ganjar Pranowo merealisasikan program-program nyata yang manfaatya bisa dirasakan oleh rakyat dan meningkatkan kesejahteraan, contohnya pertanian organik. "Sila kelima (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia) yang masih diawang-awang agar segera diturunkan ke bumi," kata Buya. Salah satu program terobosan Ganjar Pranowo di Jateng adalah 'Mitra Jateng 25' yang diimplementasikan oleh Bank Jateng. Lewat program ini masyarakat bisa melakukan pinjaman maksimal Rp 25 juta, dengan bunga 7 persen (paling murah di Indonesia), tanpa agunan dan biaya administrasi. (Dev)