Warga Karangtengah Malu Buang Sampah Sembarangan

Petugas mengambil sampah di Dusun Numpukan Karangtengah Imogiri Bantul. Foto: Sukro Riyadi

IMOGIRI (KRjogja.com) - Pemerintah Desa Karangtengah Imogiri  Bantul  terus berupaya semua dusun di wilayah itu bebas sampah. Dengan komitmen tersebut pemerintah desa punya target  semua lapisan masyarakat semakin bijak dalam memperlakukan sampah. Agar target tercapai, pemerintah desa mengalokasikan   Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBdes) Rp 152 juta per tahun untuk untuk menjalankan program penanganan sampah. Dengan dana tersebut Pemerintah Desa Karangtengah Imogiri secara khusus merekrut petugas untuk mengambil sampah disemua dusun. Dengan konsep itu warga begitu antusias ikut program dalam mengendalikan sampah rumah tangga.

Lurah Desa Karangtengah Sugito,  Selasa (13/3) menjelaskan, program pengelolaan sampah di Karangtengah digencarkan  sejak tahun 2018. Kebijakan itu  dilakukan untuk agar tercipta lingkungan bersih dan sehat. Dengan program tersebut diharapkan mampu menekan kebiasaan membuang sampah di sungai.  "Kami alokasikan APBDes Rp 152 juta untuk penanganan sampah di Desa Karangtengah. “Dengan anggaran itu selama setahun setiap dusun ada petugas yang mengambil sampah rumah tangga," ujar Sugito.

Dijelaskan, untuk menunjang program pemerintah desa juga menyediakan 420 bak sampah yang diberikan kepada pengurus rukun tetangga (RT).  Untuk menjalankan kegiatan itu pemerintah desa juga menyediakan 6 tenaga pengambil sampah dengan dukungan 3 unit armada. Selain fokus membersihkan sampah rumah tangga, lewat kegiatan itu petugas juga membersihkan jalan dan kebersihan makam. "Tahun 2018 ini program pengambilan sampah mulai berjalan dengan dana APBDes," jelasnya.

Menurut Sugito, sejauh ini di Karangtengah terdapat 6 dusun, 41 RT,  1.900 kepala keluarga (KK) dan  6.044 jiwa. Sementara setelah dikalkulasi setiap satu jiwa menghasilkan 0,4 kg / hari.  Dengan angka itu dalam satu bulan mencapai 72 ton, sementara untuk pengambilan dilakukan dua kali dalam seminggu. Untuk memperlancar program itu warga membuat slogan  'Warga Karangtengah Malu Buang Sampah Sembarangan'. Bahkan sudah menjadi kesepakatan, warga yang membuat sampai sembarangan bakal kena sanksi.

Meski program pengambilan sampah sudah dikelola oleh pemerintah desa.  Namun  warga sejauh ini sangat antusias mengikuti program tersebut. Selain mendorong kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Pemerintah desa terus mendorong masyarakat menjadikan kepedulian kepada sampah menjadio gaya hidup. Sementara sejumlah ‘PR’ besar masih menunggu untuk diselesaikan, diantaranya menangangi sampah di pekarangan. “Semua sampah yang diambil dari masyarakat langsung masuk tempat penampungan sementara. (Roy)

Tulis Komentar Anda