DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 14 Maret 2018 / 01:20 WIB

Paska Pembakaran Mushola, Kokam Gelar Apel Akbar

BANTUL (KRjogja.com) - Peristiwa terbakarnya musala di lantai II gedung Pengurus Cabang Muhammadiyah Banguntapan Selatan dan gazebo di pusat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dusun Kapanjen Jambidan Banguntapan Bantul tidak perlu dibesar-besarkan. Jangan sampai kebersamaan kerukunan yang selama ini sudah terbangun di tengah masyarakat tercerai- berai gara-gara peristiwa itu. 

Dalam kasus tersebut muhammadiyah sama sekali tidak mengetahui motifnya dan semua sudah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap. “Jangan sampai peristiwa ini dibesar-besarkan, ada yang lebih penting dari semua itu yakni persatuan dan kesatuan bangsa ini,” ujar Ketua  Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banguntapan Selatan Drs Wakijo disela Apel Akbar   Kokam se Bantul di Lapangan  Jambidan, Selasa (13/3) sore. Apel tersebut dilakukan sebagai  reaksi dari peristiwa pembakaran yang terjadi sebelumnya.

Wakijo mengatakan, setelah peristiwa pembakaran itu pihaknya mengajak semua pihak untuk menjaga situasi  tetap kondusif. Jangan sampai ada tindakan yang mengarah kepada tindak  yang memicu konflik baru. Karena semua sudah diserahkan kepada pihak kepolisian. Merujuk dari peristiwa itu pihaknya mengajak elemen dari masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. 
“Mari kita tingkatkan kewaspadaan, jika ada yang mencurigakan silahkan laporkan ke pihak berwajib,” ujar Wakijo. 

Pihaknya minta kepada aparat kepolisian segera mengangungkap dalang dari peristiwa pembakaran itu. Karena  kasus serupa sudah tiga kali terjadi di wilayah Banguntapan Bantul. “Kejadian seperti ini sudah tiga kali terjadi di Banguntapan, ini sinyal semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya. Terkait dengan apel akbar Kokam itu sebagai bentuk membangun kebersamaan. (Roy)