DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 14 Maret 2018 / 00:16 WIB

Meresahkan, Wabup: Hukum Pencuri Gumuk Pasir!

KRETEK (KRjogja.com) - Serangkaian peristiwa pengambilan material pasir di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis Kretek Bantul memicu keprihatinan bebagai pihak. Pencurian pasir bertekstur halus itu harus diperangi secara bersama -sama. Baik dari pihak kepolisian , Satuan Polisi Pamong Praja, kejaksaan, pemerintah dan masyarakat. Bahkan Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih bakal segera turun tangan agar penambangan tidak kembali terjadi.

"Sudah saatnya dilakukan tindakan pro justisiya sehinggga pelakunya bisa diancam sesuai dengan peraturan perundangan yang ada," ujar Abdul Halim, Selasa (13/3). 

Pihaknya juga bakal segera koordinasinya dengan aparat penegak hukum mulai dari kepolisian setempat ,kejaksaan hingga Sat Pol PP. Langkah  tersebut diambil agar penangananya lebih  efektif. Abdul Halim menilai  selama ini pencegahan penambangan gumuk pasir nilai kurang efektif. Hal tersebut bisa dilihat dari kembali terulangnya kebiasaan menambang gumuk pasir di Parangtritis.  Sementara Kepala Desa Parangtritis Kecamatan Kretek Bantul, Topo minta kepada pihak kepolisian , Sat Pol PP untuk lebih aktif lagi melakukan pengawasan. 

"Kami menyadari sepenuhnya pemerintah desa itu tidak punya kekuatan untuk melawan para penambang itu. Oleh karena itu kami minta mari bersama -sama pihak kepolisian ,Sat Pol PP melakukan pengawasan. Jangan sampai penambangan gumuk itu kembali terjadi ," ujar Topo.

Menurut Lurah yang terkenal ceplas ceplos ini praktik penambangan yang terjadi selama ini memang tidak murni dilakukan masyarakat secara mandiri. Dibalik praktik penambangan ada orang orang 'kuat' dibelakangnya. 

Sehingga praktik penambangan di kawasan gumuk kadang bisa terjadi. "Tetapi itu hanya dugaan saya terkait dengan orang 'kuat' itu. Saya kira kalau hanya warga biasa tidak berani menambang," ujarnya. Topo bahkan dengan tegas mengatakan, dari desa tidak akan pernah memberikan rekomendasi  kepada pihak- pihak yang ingin mengurus izin. 

Pihaknya tidak akan pernah memberikan izin kepada siapapun meski dengan tawaran imbalan uang sekalipun. "Mau bawa uang sampai miliaran sekalipun, saya tegaskan Desa Parangtritis  tidak akan pernah berikan izin," ujarnya. 

Sementara anggota Komisi B DPRD Bantul, H Suradal mengatakan, dengan dalih apapun pengambilan pasir di kawasan  gumuk tidak diperbolehkan. Karena keberadaan gumuk tersebut sebenarnya punya potensi nilai jual dari aspek wisata. Kesimpulan itu bisa dilihat dari terus berkembangnya sektor wisata gumuk di sisi barat Parangkusumo Parangtritis Kretek.

"Gumuk itu jika dikelola dengan benar pada akhirnya jadi komoditas wisata, oleh karena itu jangan sampai gumuk tersebut habis ditambang," ujar Suradal. (Roy)