DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 13 Maret 2018 / 20:24 WIB

Motivasi Mahasiswa STPP, Mentan Amran: 'Lahir Boleh Miskin, Tapi Mati Miskin Jangan!

YOGYA (KRjogja.com) - Lahir boleh miskin tapi jangan mati dalam kondisi miskin, itu sia sia namanya. Kalau kita lahir miskin bukan salah orangtua. Perjalanan hidup yang terbiasa keras menghadapi ombak besar, akan membuat kita menjadi pribadi yang kuat.

Itulah yang disampaikan Mentri Pertanian Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP, saat memberikan motivasi kepada ratusan mahasiswa di kampus Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Jurusan Penyuluhan Pertanian di kampus Jl Kusumanegara Yogyakarta, belum lama ini. Gaya Mentan membakar semangat mahasiswa disambut antusias dan tepuk tangan.

"Dulu saya bisa dibilang miskin. Bahkan untuk fotokopi saja tak ada uang. Saya kadang menginap di perpustakaan, jadi itu isi buku saya simpan di otak," kata Mentan sambil tersenyum.

Bahkan, kata Mentan karena tampil seadanya dan mengunjungi teman wanitanya yang ditaksir, menghadapi kenyataan, yaitu ditolak. "Namun, berkat kerja keras, takdir mengantarkan saya menjadi menteri. Maka sekarang ada beberapa yang menyesal dulu menolak saya," kata Mentan yang disambut riuh mahasiswa.

Maka Mentan kembali mengajak mahasiswa untuk belajar sungguh sungguh secara cerdas  bila perlu kurangi jam tidur. "Apa kalian sanggup belajar 20 jam?" tanya Mentan yang disambut antusias mahasiswa.

Mentan kembali mengatakan boleh lahir miskin  namun jangan mati dalam keadaan miskin. Di tangan pemuda lah masa depan bangsa. Mentan juga mengutip kata kata Bung Karno yakni 'beri aku sepuluh pemuda mak aku akan merubah dunia'.

"Pemuda disini bukanlah soal usia semata, namun soal orang yang mau bekerja dan bekerja terus bekerja," kata Mentan penuh semangat. (*)