Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 13 Maret 2018 / 19:31 WIB

Sukoharjo Waspada, Triwulan Pertama Empat Orang Terserang DBD

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Triwulan pertama terhitung mulai Januari - Maret 2018 ada empat kasus demam berdarah dengue (DBD). Para penderita tersebut sudah mendapatkan perawatan dokter dan tinggal melakukan rawat jalan setelah sebelumnya harus rawat inap di rumah sakit. Penderita DBD pada awal tahun ini mengalami penurunan signifikan dibanding Tahun 2016 dan 2017.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Purnomo, Selasa (13/3/2017) mengatakan, sudah mendapatkan laporan resmi dari dokter dan rumah sakit yang menangani para penderita DBD. Kondisi empat orang dipastikan menderita setelah mendapatkan pemeriksaan medis. Mereka harus menjalani rawat inap untuk mempercepat pemulihan.

Keempat penderita DBD sekarang sudah pulih dan diperbolehkan pulang ke rumah. Mereka hanya harus menjalani rawat jalan agar kondisinya bisa pulih seperti semula.

Para penderita DBD merupakan warga dari Kecamatan Grogol 2 orang, Baki 1 orang dan Kartasura 1 orang. Petugas dari DKK Sukoharjo sudah mendatangi lokasi di lingkungan penderita DBD di tiga kecamatan. Tujuannya selain melakukan pemantauan juga pencegahan agar tidak terjadi lagi kasus DBD disana.

Petugas dalam pemeriksaan mendapati hasil adanya jentik nyamuk dan nyamuk dewasa jumlah banyak di lingkungan penderita DBD. Mengetahui hal tersebut petugas DKK Sukoharjo langsung melakukan pemusnahan. Selain itu warga juga mendapatkan sosialisasi dari petugas sebagai pencegahan. Bentuknya yakni dengan menggerakan kembali pemberantasan sarang nyamuk.

Data dari DKK Sukoharjo diketahui ada 41 desa di sembilan kecamatan merupakan endemis DBD. Meliputi, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Bendosari, Polokarto, Mojolaban, Grogol, Baki, Gatak, Kartasura. Wilayah tersebut masuk sasaran pemantauan pertama oleh petugas DKK Sukoharjo.

Jumlah penderita DBD di Sukoharjo selama satu tahun terhitung mulai Januari sampai Desember pada Tahun 2016 ada 526 orang dan 13 orang diantaranya meninggal dunia. Sedangkan pada Tahun 2017 ada 115 orang dan 2 orang meninggal dunia.

"Dilihat dari data ada penurunan jumlah penderita dan diharapkan semakin menurun pada Tahun 2018 ini. Usaha terus kami lakukan dengan melibatkan semua komponen," lanjutnya.

Bentuk usaha DKK Sukoharjo yakni dengan menerjunkan relawan untuk memantau jentik nyamuk. Lima orang ditugaskan sebagai relawan bertugas di wilayah endemia untuk mengawasi 50 rumah.

Para relawan tersebut harus membuat laporan kerja ke DKK Sukoharjo sebagai bahan evaluasi pemantauan wilayah. Apabila ditemukan situasi bermasalah maka segera dicarikan solusi.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Sukoharjo Bejo Raharjo mengatakan, DKK Sukoharjo terus berusaha menekan jumlah penderita DBD. Tidak hanya dilakukan gerakan dari petugas saja, namun juga meningkatkan kesadaran sari masyarakat.

Penyadaran dimaksudkan agar masyarakat dengan kesadaran diri bersedia melakukan gerakan pencegahan. Salah satunya dengan gerakan pemberantasan sarang dan jentik nyamuk. (Mam)