DIIKUTI 80 BUYER DARI DALAM DAN LUAR NEGERI

BTM Tawarkan Destinasi Tersembunyi

Ilustrasi (Foto:doc)

SOLO, KRJOGJA.com - Sedikitnya 80 buyer dari berbagai kota di Indonesia dan luar negeri, dipastikan hadir dalam Bengawan Solo Travel Mart (BTM) yang digelar selama tiga hari mulai Jumat (16/3/2018), selain pula 60 seller dari kalangan travel agent, perhotelan, restoran, Usaha Mikro dan Menengah (UKM), dan media di wilayah Solo Raya dan daerah lain. Gelaran dengan konsep famtrip dikolaborasikan dengan travel exchange ini, diproyeksikan mampu menghasilkan transaksi hingga Rp 3 miliar.

Ketua panitia BTM, Dyah Retnoheryati, menjawab wartawan, di Kantor Dinas Pariwisata (Disparta), Selasa (13/3/2018), menjelaskan, selain menawarkan paket destinasi yang selama ini telah dikenal masyarakat, BTM juga memperkenalkan beberapa destinasi baru. Bahkan sebagian mungkin masih tersembunyi dan belum dikenal masyarakat secara luas, seperti kampung wisata Samiran ataupun Gancik Hill, keduanya di kawasan Selo, Boyolali.

Destinasi bernuansa adventures Gancik Hill menggunakan jeep, menurut Dyah, merupakan obyek wisata baru dengan menawarkan keindahan sunrise sekaligus sisi lain Gunung Merbabu. Demikian pula kampung wisata Samiran, menawarkan eksotisme pedesaan di kawasan kaki dua gunung, masing-masing Merapi dan Merbabu. Sedangkan sejumlah destinasi lain yang ditawarkan selama BTM yang relatif telah dikenal masyarakat, diantaranya Kampung Batik Laweyan, Museum Keris, Lokananta, Masjid Kalitan, dan lain-lain.

Paket wisata yang ditawarkan kepada buyer pada arena BTM, jelas Dyah, memang tak sebatas obyek wisata di wilayah Kota Solo, tetapi juga daerah sekitar, sebab dalam dunia pariwisata, sebenarnya tidak ada batas kewilayahan. Tahun ini, BTM lebih mengeksplore destinasi di wilayah Solo, Klaten, dan Boyolali, dengan pertimbangan kesatuan rute perjalanan.

Hari pertama BTM, para buyer diajak melakukan famtrip ke sejumlah destinasi di wilayah Kota Solo dan Klaten, sedangkan hari kedua diagendakan table top untuk memberi kesempatan kalangan seller dan buyer saling bertransaksi paket wisata yang disiapkan. "Hari terakhir ditutup dengan wisatra petualangan ke kampung wisata Samiran dan Gancik Hill di kawasan Selo, Boyolali," jelasnya.

Menjawab pertanyaan realisasi target transaksi senilai Rp 3 miliar, Dyah mengakui, rekapitulasi tidak bisa serta merta dihitung saat BTM berlangsung. Bisa saja, realisasi transaksi itu baru terjadi enam bulan atau bahkan tahun berikutnya. Harapannya, saat berlangsung BTM, memang telah terjadi transaksi, sebab seluruh buyer yang diundang, selama ini telah menawarkan paket wisata Solo dan sekitarnya.(Hut)

 

Tulis Komentar Anda