Terancam Perusakan, Nandi Berbentuk Sapi Tanpa Kepala Dipindah

Patung sapi atau Nandi tanpa kepala yang ditemukan di wilayah Desa Siwal, Kecamatan Baki dipindahkan dan disimpan di Rumah Arca Sukoharjo. (wahyu imam ibadi)

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Patung sapi atau Nandi tanpa kepala yang ditemukan di wilayah Desa Siwal, Kecamatan Baki dipindahkan dan disimpan di Rumah Arca Sukoharjo. Hal tersebut dilakukan untuk merawat dan melindungi Benda Cagar Budaya (BCB) dari kerusakan.

Juru pelihara Rumah Arca Sukoharjo Sadimin, Selasa (13/3/2018) mengatakan, Nandi berbentuk patung sapi ditemukan disebuah lahan di wilayah Siwal, Baki. Dilokasi tersebut juga ditemukan sebuah terowongan diduga merupakan peninggalan sejarah.

Nandi berbentuk sapi memiliki dimensi panjang 1 meter, lebar 45 centimeter, dan tebal 60 centimeter. Kondisi Nandi saat ditemukan dan dibawa ke Rumah Arca Sukoharjo sudah tidak memiliki kepala. Diduga kepala tersebut lepas sengaja dipecah saat peralihan zaman kerajaan.

"Begitu mendapat kabar ada temuan dari warga soal Nandi berbentuk patung sapi di Siwal, Baki oleh warga kami langsung bergerak cepat untuk mendatangi lokasi dan memindahkan ke Rumah Arca Sukoharjo," ujar Sadimin.

Dalam pemindahan Nandi tidak mendapatkan kendala dari masyarakat sekitar dilokasi penemuan di Siwal, Baki. Sebab masyarakat memberikan dukungan penuh kepada petugas agar Nandi berbentuk sapi segera dipindahkan dan mendapatkan perawatan. Hal itu sebagai bentuk perlindungan agar tidak hilang atau mengalami kerusakan.

"Di Rumah Arca Sukoharjo ini bisa dilakukan perawatan rutin dan dilindungi. Sebab keberadaan Nandi ini bagian dari sejarah dan merupakan BCB," lanjutnya.

Di Rumah Arca Sukoharjo sendiri sampai sekarang memiliki sejumlah koleksi BCB. Penempatan dilakukan baik di dalam maupun luar ruangan. Rinciannya di dalam ada 52 BCB dengan berbagai bentuk. Sedangkan di luar ada 45 BCB.  Rata rata BCB disana berupa Lingga, Yoni, Lumpang dan lainnya.

Keberadaan BCB di Rumah Arca Sukoharjo bisa dilihat secara langsung oleh masyarakat secara gratis. BCB yang tersimpan juga bisa sebagai bahan belajar bagian dari sejarah perjalanan panjang zaman.

Selama ini keberadaan BCB di Rumah Arca Sukoharjo belum terlalu menarik minat masyarakat. Sebab tingkat kunjungan masih rendah setiap hari. Hanya ada beberapa orang saja yang datang untuk melihat. (Mam)

 

Tulis Komentar Anda