Jelang Nyepi, Warga Lereng Merapi buat Ogoh-ogoh

Representasi dari Bhuta Kala yang Harus Diwaspadai

Proses pembuatan salah satu ogoh-ogoh di Desa Karanganyar, Kecamatan Musuk, yang akan diarak dalam ritual Mecaru. (Foto: Galih P)

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Dua ogoh-ogoh dibuat di Desa Karanganyar, Kecamatan Musuk, sebagai salah satu sarana untuk ritual dan akan diarak keliling desa pada ritual Mecaru, sehari sebelum perayaan Nyepi yang jatuh pada Sabtu, 17 Maret nanti.  

Dua ogoh-ogoh yang tingginya masing-masing 3,5 meter tersebut dibuat di komplek Pura Bhuwana Puja, Pura di Desa Karanganyar yang menjadi tempat beribadah umat Hindu di Kecamatan Musuk dan wilayah sekitar lereng Merapi lainnya. Satu ogoh-ogoh berkarakter naga, sedang satunya lagi berkarakter sesosok wanita raksasa bertaring. Ogoh-ogoh sendiri bagi umat Hindu merupakan representasi dari Bhuta Kala, yakni kekuatan alam semesta yang biasanya diwujudkan dalam bentuk sosok raksasa dengan karakter menyeramkan.

Riyanto (26), salah satu warga menjelaskan, dua ogoh-ogoh tersebut dibuat sejak tiga bulan lalu dengan total biaya Rp 6 juta. Pembuatannya cukup lama sebab dilakukan secara gotong-royong di waktu luang warga. Tak hanya umat Hindu saja, seluruh warga Desa Karanganyar yang menganut berbagai agama juga turut serta dalam pembuatannya.

Rangka ogoh-ogoh dibuat dari besi dan bambu dan dibalut stereofoam dan kertas semen untuk detail wujudnya. "Tiap tahun karakter ogoh-ogoh dibuat berbeda sesuai hasil kesepakatan," ujarnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Musuk, Sunarto, menjelaskan, dalam arak-arakan di Desa Karanganyar nanti akan diikuti sekitar 200 umat Hindu yang tinggal di wilayah Musuk. Selain pawai ogoh-ogoh, pada saat Mecaru, berbagai ragam sesaji juga akan diletakkan di lingkungan rumah warga serta di jalan-jalan desa, sebagai simbol keselamatan serta keharmonisan manusia dengan alam semesta.

Sebagai puncak pada upacara Mecaru, yakni di senja sehari sebelum Nyepi, dua ogoh-ogoh tersebut akan dibakar sebagai penanda pemusnahan angkara murka.  (Gal)

Tulis Komentar Anda