BKPM Perluas Layanan KLIK, DIY Kebagian Kawasan Piyungan

Peluncuran KLIK tahap 3 di Yogyakarta. (Foto: Harminanto)

SLEMAN, KRJOGJA.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Senin (12/3/2018) malam meluncurkan perluasan implementasi Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) di 15 kawasan industri bertempat di Ballroom Alana Hotel. Dari 15 kawasan, DIY menjadi salah satu daerah yang masuk daftar kawasan industri yang dapat dimanfaatkan oleh investor yang ingin melakukan percepatan konstruksi investasinya.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan layanan KLIK di 15 kawasan industri yang hari ini diluncurkan melengkapi 32 kawasan yang sebelumnya ditetapkan. Menurut Lembong, 15 kawasan tambahan ini memiliki luas 1.459,85 hektare dan tersebar di 8 provinsi Indonesia termasuk DIY.

“Hari ini kami luncurkan layanan KLIK tahap tiga di 15 kawasan industri yang ada di delapan provinsi Indonesia yakni DIY, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan. Peluncuran ini merupakan tindak lanjut Paket Kebijakan Presiden Joko Widodo jilid II di mana pemerintah memberikan fasilitas kepada investor yang telah memperoleh Pendaftaran Penanaman Modal beserta tujuh paket ijin dan pemenuhan syarat yang diterbitkan PTSP Pusat atau Daerah untuk bisa langsung melakukan konstruksi,” ungkapnya.

KLIK menurut dia selama dua tahap sebelumnya sudah mampu menghasilkan total Rp 130 Trilyun dari total 32 kawasan yang sudah ada sebelumnya. “Ini indikasi kesuksesan program KLIK dan kami yakin akan semakin progresif kedepannya,” sambungnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang hadir dalam peluncuran menyampaikan apresiasinya atas prakarsa BKPM yang memberikan kemudahan investor untuk berinvestasi di kawasan industri. “Harapan pemerintah, pertumbuhan industri bisa berdampak positif bagi perekonomian masyarakat dan semoga KLIK ini semakin memacu perkembangan industri kita,” terangnya.

Pemerintah menurut Airlangga menargetkan secara umum Indonesia paling tidak bisa menempati posisi ke-47 dalam hal industri di kawasan Asia Tenggara. “Paling tidak bisa di atas Vietnam lah posisi 47 karena mereka di posisi 48,” sambungnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi yang mewakili Sri Sultan HB X mengungkap Pemda DIY mendukung penuh adanya peluncuran KLIK tahap ketiga. Klik menurut dia merupakan instrumen penting mengejar ketinggalan daerah akan investasi.

“Fasilitas KLIK bisa dinikmati seluruh investor tanpa syarat jumlah minimal tenaga kerja asalkan berada di kawasan industri yang telah ditetapkan. Mudah-mudahan ini jadi momen bagi bagi seluruh pengusaha di kawasan industri tahap ketiga ini,” terangnya.

DIY memfokuskan kawasan Piyungan Bantul sebagai sentra industri  yang saat ini sudah mulai digarap. Pemda mengarahkan pengembangan industri kreatif yang memaksimalkan potensi masyarakat DIY. (Fxh)

Tulis Komentar Anda