Kalah Bersaing, Industri Tekstil Meningkat Tapi Kekurangan SDM

Dirjen Achmad Sigit melihat praktek membuat kain. (Foto: Qomarul)

SOLO, KRJOGJA.com - Industri tekstil hingga kini masih kekurangan sumber daya manusia (SDM). Kelangkaan SDM belum bisa teratasi, meskipun sudah ada akademi-akademi tekstik. Hal itu disampaikan Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono di Solo, Senin (12/3/2018).

Disebutkan, pencarian SDM sulit karena kebutuhannya banyak. Produk akademi tekstil ternyata belum mengatasi persoalan. Apalagi ada investasi-investasi baru di sektor industri tekstil, jelas Achmad Sigit di sela kunjungan ke Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (AKTekstil)

Menurutnya, pertumbuhan industri tekstile mencapai 3,45 persen. Ini merupakan loncatan yang cukup baik, mengingat pernah mengalami minus satu persen. Namun dengan lonjakan mencapai 3,45 persen ini tentunya harus diikuti dengan penyiapan SDM.

Targetnya pada 2019 ada satu juta tenaga kerja siap pakai di sektor industri tekstil. Saat ini target ini belum bisa terpenuhi dan masih kurang banyak. Apalagi jika berkaca pada industri tekstil internasional, rata-rata pertumbuhannya 5 persen. ”Sedangkan kita masih 3,45 persen," ujarnya.(Qom)

 

Tulis Komentar Anda