Persiapan Nyepi, Umat Hindu Boyolali Gelar 'Mendhak Tirta'

Kirab umat hindu dalam ritual Mendhak Tirta. Foto: Galih Prasojo

BOYOLALI (KRjogja.com) – Ratusan umat Hindu melakukan kirab dari Pura Suci Saraswati, Desa Ngaru-Aru, Pengging, Banyudono, menuju mata air Siraman Dalem Pengging, dalam ritual Mendhak Tirta atau Melasthi, Senin (12/3) siang, untuk mengambil air suci atau air kehidupan yang akan digunakan dalam ritual Tawur Kesanga di Candi Prambanan, Kamis (15/3) mendatang.

Diawali dengan doa dan tetabuhan kendang dan gamelan yang sekilas menyiratkan suasana di pulau Dewata Bali, sebanyak 400an umat Hindu dari Boyolali, Surakarta, dan Sukoharjo berpakaian adat khas Hindu dengan hiasan bunga di telinga melakukan kirab kurang lebih 1 km menuju sumber mata air, mengawal pengambilan air suci. Beragam gunungan hasil bumi dibawa sebagai wujud syukur atas limpahan kesejahteraan dan kedamaian seluruh umat. 

"Ritual ini termasuk dalam rangkaian perayaan Nyepi yang jatuh pada Sabtu (17/3) mendatang," kata panitia Mendak Tirta, Parjiyanto. 

Air dari Siraman Dalem Pengging ini adalah satu dari tujuh mata air yang akan digunakan dalam Tawur Kesanga. Enam sumber mata air lainnya, lanjut Parjiyanto, antara lain diambil dari Salatiga, Semarang, Klaten, dan Sragen. Air dari ketujuh mata air tersebut akan digunakan sebagai sarana penyucian diri umat hindu dengan alam semesta, sebagai persiapan Nyepi. Dimana umat hindu akan melakukan ritual Catur Brata sebagai wujud introspeksi diri, yakni tidak melakukan kegiatan selama sehari penuh, termasuk tidak makan dan tidur. 

Pemangku Pura Saraswati, Wagiyanto menambahkan, meski menjadi minoritas di lingkungannya, umat Hindu di Banyudono yang jumlahnya sekitar 400 orang dan tersebar di empat desa, yakni Desa Ngaru-aru, Jembungan, Bendan, Ketaon, selama ini hidup rukun dengan umat lainnya. 
Begitupun saat perayaan nyepi, yang mengharuskan umat Hindu untuk tak berkegiatan dan berinteraksi sosial, masyarakat sekitar sudah saling mengerti. Tak pernah ada gesekan antar umat beragama di Boyolali. "Di Boyolali yang jumlah umat Hindu sekitar 2.000 orang tak pernah ada masalah. Toleransi antar umat beragama sudah terjalin dengan baik," katanya. (Gal)

 

Tulis Komentar Anda