Jateng Editor : Agus Sigit Senin, 12 Maret 2018 / 19:32 WIB

UMKM Dijatah 30 Persen di 'Rest Area' Tol Soker

SRAGEN (KRjogja.com) - Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sragen akan diberi 'space' atau ruang untuk memajang produknya di 'rest area' tol Solo-Kertosono (Soker). Produk UMKM akan mendapat alokasi sekitar 30% dari total ruang di 'rest area' tersebut.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat diwawancarai wartawan Senin (12/3) mengaku gembira dengan komitmen pengelola Tol Soker yang ingin membantu memasarkan produk UMKM. "Terima kasih kepada PT JSN (Jasamarga Solo-Ngawi). Sudah disampaikan bahwa dari seluruh ruang tampung <I>rest area<P>, 30% diserahkan kepada pemerintah daerah untuk UMKM," ujarnya.

Yuni menilai kebijakan tersebut sebagai peluang yang harus ditangkap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Targetnya adalah merintis pasar potensial lintas provinsi dan membangun citra produk-produk UMKM di Sragen. Langkah itu penting lantaran wilayah Sragen akan terbelah oleh jalan tol Soker. 

Bila tidak segera berbenah dan membangun jaringan ekonomi potensial, sebagian sektor ekonomi di Sragen terancam akan tenggelam. "Harapan kami jalan tol bisa bermanfaat bagi warga, termasuk peningkatan ekonomi. Kami harus berbenah agar orang mau mampir ke Sragen. Produk lokal harus ditonjolkan," jelasnya.

Yuni mencontohkan kuliner nasi sambel tumpang khas Sragen yang kondang dan kerajinan batik Masaran yang murah tapi berkualitas, sebagai beberapa produk yang bisa dipromosikan ke luar Sragen. "Saya sedang bikin 'focus group discussion' dengan dinas dan intansi terkait untuk <I>branding<P> Sragen agar tak tenggelam seiring beroperasinya Tol Soker. Salah satu opsinya dengan memberdayakan potensi yang khas," tandasnya.

Sementara, Direktur PT Jasamarga Solo-Ngawi (JSN), David Wijayatno menegaskan bahwa Tol Soker akan diresmikan maksimal sebelum puasa mendatang. Nantinya, pengguna tol tidak bisa bertransaksi menggunakan uang tunai di pintu tol, tapi pakai kartu tol.

David menerangkan bank akan menyiagakan petugas di setiap gerbang tol untuk menjual kartu itu. Warga yang belum punya kartu tol bisa membeli saat itu juga. "Pada awal-awal operasi akan ada petugas bank di setiap gerbang tol. Masa layanan tergantung kondisi, bisa sebulan atau dua bulan, tergantung respon masyarakat," ujarnya. (Sam)